Site icon Berita Kota Makassar

Saling Salip di Dapil Makassar A dan B

MAKASSAR, BKM — Sebanyak 47 orang politisi di Makassar berpeluang untuk terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan pada pemilu legislatif (pileg) 17 April 2019 mendatang. Mereka berasal dari 16 partai politik (parpol). Maju di daerah pemilihan (dapil) Sulsel 1 atau Makassar A, dan dapil Sulsel 2 atau Makassar B.
Ada sejumlah kelebihan yang dimiliki 47 politisi tersebut. Di antaranya sebagai petahana. Pernah menjadi anggota dewan. Menjabat ketua partai politik, serta memiliki finansial yang cukup besar. Ada pula caleg yang berpeluang lantaran menjadi bagian dari keluarga pejabat dan tokoh.
Untuk dapil Makassar A yang meliputi Kecamatan Rappocini, Makassar, Ujungpandang, Mariso, Mamajang, Tamalate, Wajo, Bontoala, Ujungtanah, dan Tallo memperebutkan sembilan kursi. Sementara dapil Makassar B yang mencakup Kecamatan Panakkukang, Manggala, Tamalanrea, dan Biringkanaya, terdapat enam kursi yang diperebutkan.
Di dapil Makassar A, dari Partai Golkar ada caleg HA Kadir Halid. Ia merupakan adik Nurdin Halid yang menjabat sebagai ketua DPD I Golkar Sulsel. Kadir juga merupakan petahana.
Caleg lainnya dari Golkar adalah Sherly Farouk. Dia adalah istri dari Farouk M Betta, ketua Golkar Makassar. Ada pula Andi Debby Purnama, istri politikus Rusdin Abdullah.
Dari Partai Demokrat, yakni petahana Andi Januar Jauri Dharwis, pengusaha Nurlinda Salengke, serta mantan anggota DPRD Sulsel Aerin Nizar.
Dari Partai Partai Gerindra, yakni petahana Edward Wijaya Horas, mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel Andry Suryana Arief Bulu, serta mantan legislator PAN Sulsel Doddy Amiruddin.
Dari Partai Amanat Nasional (PAN), terdapat putri Ketua DPW PAN Sulsle Ashabul Kahfi, yakni Nurkanita Maruddani Kahfi. Untuk Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) ada tiga caleg, yakni Imam Fauzan AU, putra anggota DPR RI HM Amir Uskara. Petahana Abd Wahid Ismail, dan Ketua KNPI Sulsel Imran Eka Saputra.
Adapun dari Partai Hanura, yakni petahana dua periode Imbar Ismail. Sedang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga petahana, yaitu Sri Rahmi.
Untuk Partai Nasdem, ada empat orang yang disebut-sebut berpeluang. Yakni mantan calon wakil wali kota Makassar Andi Rachmatika Dewi, menantu Syahrul Yasin Limpo yakni Riska Mufliati Luthfi, putra sulung pemilik Grand Claro Hotel Andry Prasetyo Tanta, serta Andi Arham Basmin Mattayang, putra Bupati Luwu Basmin Mattayang.
Dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga ada dua, yakni petahana Rudi Pieter Goni, dan mantan juru bicara pasangan calon gubernur dan wakil gubenrur Sulsel Haeruddin Kadir.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga mengunggulkan tiga calegnya. Masing-masing mantan Wakil Bupati Sopeng Aris Muhammadiya, mantan anggota DPRD Sulsel darti PDK Irwan Intje, serta pengusaha Fauzi Andi Wawo.
Caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), posisi teratas masih ditempati oleh sang ketua wilayah, yakni Muhammad Fadli Noor. Sementara Partai Berkarya masih mengunggulkan Muhammad Aslan yang menempati nomor urut 1.
Adapun Partai Garuda mengandalkan juga ketua wilayah, yakni Muhammad Ilham Abdullah. Partai Perindo mengandalkan pengurus wilayah yang ditempatkan pada nomor urut 1, yakni Sainal Abidin.
Di dapil Makassar B Partai Golkar mengandalkan petahana Imran Tenri Tata, anggota DPRD Makassar Rahman Pina dan Wakil Sekretaris Golkar Sulsel Nasruddin Upel. Sementara dari Demokrat menjagokan petahana Haidar Madjid, dan putra sulung Ilham Arief Sirajuddin, yaitu Amirul Yamin Ramadhansyah.
Partai Gerindra mengandalkan mantan anggota DPRD Sulsel Misriyani Ilyas. Sedangkan Partai Nasdem menjagokan mantan calon wakil wali kota Makassar pasangan Danny Pomanto, Indira Mulyasari Paramastuti. Sementara dari PAN mengandalkan petahana Andi Yusran Paris, dan mantan juru bicara calon gubernur Nurdin Abdullah, yakni Andi Darwis Duddu.
Dari Partai Hanura tetap mengandalkan petahana Alexander Palinggi. Sementara dari PKS, yakni politisi Susy Smita Pattisahusiwa. Partai Perindo tetap mengunggulkan sang ketua wilayah Sanusi Ramadan.
Wakil Ketua DPD Demokrat Sulsel Haidar Majid menegaskan dirinya optimistis bisa lolos kembali. “Kita tentu sangat optimis”ujar Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sulsel ini, Selasa (26/2).
Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi juga yakin partainya meraih kursi di dapil Makassar A dan Makassar B. “Iya, karena semua caleg PAN bekerja dan massiv bersosialisasi. Saya bahkan ikut membantu untuk bertemu dengan warga,” terang Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.
Pemerhati politik dari Sentra Strategi Indonesia (SSI) Muh Whiliadi Mansur, mengakui bila saat ini para caleg masih dalam posisi saling menyalip. “Mereka masih saling salip. Tapi tidak apa-apa,” ujarnya.
Menurut Whiliadi, para caleg masih bisa mengejar karena swing voters yang masih ada di angka 15 persen. Siapa yang memassifkan cara mencoblos, dialah yang berpeluang duduk .
“Karena ada sekitar 80,8 persen warga tidak tahu cara mencoblos dan tidak mau berlama-lama dalam TPS. Dan analisa kami, bahwa warga akan coblos 2 hingga 3 kertas suara saja,” pungkasnya. (arf)

Exit mobile version