Site icon Berita Kota Makassar

Buat Brand “Aspar Akrilik Craft”, Berharap Buka Toko Kerajinan

MENJADI seorang ibu rumah tangga dengan empat orang putra, ternyata tidak menutup peluang bagi Rahmatia untuk merintis sebuah usaha yang tersalurkan dari hobi.

Laporan: JUNI SEWANG

Memanfaatkan hobinya yang senang membuat hiasan dari manik-manik dan akrilik, Rahmatia mulai menjalankan bisnis kerajinan tangan ini disela-sela waktu luangnya. Siapa sangka bila bisnis sampingan yang dulunya Ia mulai dari sekedar iseng tersebut, kini bisa mendatangkan omzet puluhan juta rupiah ke kantong Rahmatia setiap bulannya.
Dulunya Rahmatia membuat kreasi bros sebelum akhirnya Ia terjun memproduksi hiasan bunga akrilik. Mengusung “Aspar Akrilik Craft” sebagai brand produk yang Ia pasarkan, Rahmatia sengaja memilih bahan baku akrilik karena bisa bertahan lebih lama serta produk kerajinan ini terbilang cukup mudah untuk dibersihkan para konsumen. Tidaklah heran bila dalam hitungan bulan, kerajinan bunga akrilik karya Rahmatia tersebut bisa diterima pasar dengan baik sehingga akhirnya Ia lebih memilih menekuni bisnis kerajinan bunga akrilik dibandingkan memproduksi kerajinan manik-manik.
Meskipun setiap bulannya omzet puluhan juta rupiah telah dikantongi. Sosial media seperti misalnya facebook dan Instagram (IG) untuk membantu proses pemasarannya.
Kendati begitu, sekarang ini omzet bisnis Rahmatia bisa mencapai angka Rp 10 juta sampai Rp 15 juta per bulan dengan presentasi keuntungan sekitar 35 persen. Tentu ini angka yang cukup besar bagi sebuah bisnis kerajinan yang Ia kerjakan di sela-sela kesibukannya menjadi seorang ibu rumah tangga.
Kedepannya, istri Badaruddin ini berharap agar bisnisnya bisa berkembang dengan pesat dan siap membuka toko kerajinan yang tidak hanya menjual produk kreasi akrilik saja, namun juga menyediakan bahan baku, serta memberikan pelatihan khusus bagi masyarakat sekitar yang ingin memproduksi kerajinan dari manik-manik maupun akrilik.
“Untuk bahan bahan saya kumpulkan bahan akrilik dari pelosok pelosok lorong hingga pasar ular di Jakarta. Alhamdulillah sekarang tanpa dipasarkan saat ini, saya disambangi oleh Dekranasda, Depsos kota dan provinsi, diikutkan setiap pameran yang diselenggarakan oleh kota dan provinsi,” kata Rahmatia.
Hanya bermula iseng iseng, rangkai manik manik dengan pita kemudian dirinya jalan jalan menjumpai bahan bahan untuk menyalurkan hobbi bikin bunga bunga akrelik. Kini panggilan berdatagan untuk diikutkan sebagai narasumber pelatihan
“Dari souvenir pernikahan, tas, gelang, bros, tempat pentul. Dari sini saya memberdayakan warga kurang mampu, ada 10 ibu rumah tangga kurang mampu dengan hitungannya perpot Rp10 ribu yang turut membatu membuat akrilik, penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH),” tuturnya.
Memang kata Rahmatia kepada penulis, menjadi ibu rumah tangga yang menghabiskan 24 jam waktu untuk mengurus rumah dan anak seringkali melahirkan kebosanan dan keletihan akut. Walaupun suami sudah menutup kebutuhan finansial, kadangkala masih ada perasaan ingin produktif finansial secara mandiri. “Era teknologi internet yang semakin canggih ini memungkinkan kita mendapatkan penghasilan tanpa beranjak dari rumah,” ujar Rahmatia.
Dengan bermodalkan ketrampilan yang dimiliki Rahmatia, ia membuat berbagai kerajinan tangan unik, berupa hiasan dinding dan kembang hias. Bisnis yang digeluti Rahmatia ternyata telah berjalan bertahun-tahun.
“Sudah belasan tahun saya beraktvitas menjual kerajinan tangan. Ada berbagai bentuk mulai dari pohon hias, hiasan dinding dan lain lainnya semua tersedia disini,” kata Rahmatia.
Rahmatia menjelaskan, produk kerajianan miliknya sudah masuk dalam pasar kota Makassar.“Selain memanfaatkan waktu sekaligus memberdayakan ibu rumah tangga sekitar rumah, mereka juga bisa mengantongi pundi rupiah. Apalagi, saat menjelang lebaran permintaan sangat banyak,” jelas Rahmatia.
Ditanya soal harga, Rahmatia mengaku, pasarannya mulai dari Rp10 ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah. Perbulannya bisa menghasilkan Rp2-3 juta rupiah. Yah, Alhamdulillah dari hasil penjualan ini, saya bisa menyekolahkan anak saya dan memberikan upah ke ibu-ibu rumah tangga lainnya,” ujar Rahmatia.
Rahmatia juga bersyukur, pemerintah terus mendorong produk-produk unggulan yang ada di Kecamatan Tallo, sebagai salah satu kecamatan penghasil kerajinan tangan.
“Ini sangat baik, menggali kreatifitas yang bernilai jual. Hal ini tentunya dapat menyedot wisatawan lokal maupun luar daerah untuk berkunjung ke Makassar,” ucap Rahmatia.(*)

Exit mobile version