MAKASSAR, BKM– Penurunan jumlah wisatawan ke Indonesia mulai terasa di semester pertama ini, khususnya wisatawan yang hendak ke Sulawesi Selatan. Sedangkan berbanding terbalik dengan jumlah wisatawan nasional yang outbound keluar negeri terus meningkat sebesar 7,48 persen dibanding tahun sebelumnya.
Menurut Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Sulsel, Didi Leonardo Manaba, jumlah penduduk Indonesia yang berwisata ke luar negeri terus bertambah, sepanjang 2018 terdapat 9,75 juta wisatawan nasional yang pelesiran ke negara lain.
“Masuk februari ini dominan banyak yang mengalihkan semua perjalanannya. Tiket yang murah ke luar negeri untuk kelas menengah mencoba mengalihkan perjalanannya dari dalam negeri untuk traveling ke luar negeri saja,” ungkapnya, Rabu (27/2).
Meski, ujar Didi, pertumbuhan uang yang dihabiskan turis Indonesia di negeri asing justru melambat. Pengeluaran turis asal Indonesia di luar negeri hanya mencapai US$8,77 miliar, naik 5,8 persen dari tahun 2017 yang mencapai US$8,28 miliar.
“Kalau tiket memang dominan mereka melakukan perjalanan ke luar negeri, tapi kalau pengeluran mereka rendah. Karena memang kebutuhan dan harga luar negeri memakai dollar sehingga sangat jarang mereka berbelanja,” katanya.
Adapun kenaikan spending wisnas (wisatawan nasional) ini lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai 9,5 persen dari tahun sebelumnya. Belum lagi, segmen pariwisata anjlok, karena komponen yang paling masyarakat harapkan untuk murah dalam melakukan perjalanan adalah tiket pesawat ternyata naik.
Didi bahkan menilai, kenaikan tarif maskapai penerbangan membuat kunjungan wisatawan menurun hingga 30 persen. “Saya rasa penurunannya itu bisa sampai 30 persen lah. Pergerakan ekonomi kita butuh aktivitas tersebut baik bisnis maupun pariwisata, dan yang murni itu pariwisata, sehingga negara bisa bergerak ekonomi dan lain-lain,” bebernya.
Ia juga meminta agar ekonomi jangan jalan di tempat saja, sebab kalau begitu terus maka ekonomi di Sulsel akan melambat dari sektor pariwisata.”Masa masih lebih banyak yang ke luar negeri dibandingkan berwisata di dalam negeri sendiri,” tutupnya.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu mengatakan, jika dirinya belum menerima data soal penurunan jumlah wisatawan mancanegara ini.
“Data kita kan mengacu di BPS. Nah kalau di BPS itu jumlah wisatawan di bulan ini misalnya, baru bisa diketahui datanya bulan depan pi. Jadi kita memang belum tau apakah menurun atau tidak secara data,” katanya.
Namun jika memang mengalami penurunan, Kamelia mengatakan, jika hal itu mungkin saja bisa terjadi. Alasannya karena beberapa faktor, misal karena faktor cuaca hingga kenaikan harga tiket.
Walaupun begitu, Kamelia optimis kedepannya jumlah wisatawan termasuk wisatawan mancanegara akan naik. Banyaknya event bertaraf internasional yang diadakan pemerintah kota akan membuat jumlah wisman meningkat.
“Kami optimis walaupun harga tiket naik. Tadinya memang sempat khawatir, tapi dengan melihat minat wisatawan, insyaallah bisa tertutupi kekawatiran itu. Apalagi banyak kegiatan bertaraf internasional di Makassar. Bisa terpenuhi ji insyaallah,” jelas Kamelia.(ita-nug)
