MAROS,BKM — Dalam rangka HUT ke 60 Kabupaten Maros, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bekerjasama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) akan menggelar lomba lari 21 kilometer bertajuk Maros Half Marathon (MHM) pada 14 Juli 2019 mendatang.
Race Director MHM, Safar Sadol mengatakan, MHM akan menyajikan pengalaman berlari yang berbeda dari deretan major marathon Indonesia. Selain memperkenalkan keindahan alam Maros melalui rute yang dilalui peserta, seperti gugusan Karst Maros-Pangkep yang membentang di alam Maros, peserta juga akan melalui area persawahan hijau yang memanjakan mata pelari.
”Kami menawarkan konsep perpaduan persawahan hijau, gugusan Karst Maros-Pangkep, serta kearifan lokal Maros, seperti keramahan dan antusiasme warga kepada pelari nantinya,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kadisbudpar Maros, M Ferdiansyah saat press conference MHM 2019 di Kafe Kulo Grand Mall Maros, Rabu (27/2), mengatakan, selain kategori 21 KM, pihaknya juga menambahkan kategori lari lebih pendek, 10 km dan 5 km.
”Lomba lari ini sudah kedua kalinya diadakan Pemkab Maros dalam rangkaian HUT Maros. Setelah sebelumnya ditahun 2018 lalu, ada Maros 10K. Dengan harapan, olahraga lari dapat menjadi gaya hidup serta bermunculan bibit baru dalam dunia atletik, khususnya di Maros tercinta ini,” ujar Ferdi.
Tahun ini, Disbudpar Maros akan mengembangkan konsep wisata olahraga melalui kerjasama dengan komunitas lari Maros Runners dan Race Organizer.
Sementara itu, Chaidir Syam, selaku ketua panitia MHM 2019 mengatakan, untuk even ini, pendaftarannya akan dibuka mulai 1 Maret 2019. Secara daring, di www.maroshalfmarathon.id Masa Early Bird berlaku pada 1 sampai 30 Maret 2019. Dimana, peserta dapat memanfaatkan waktu diskon slot tersebut sebesar 20 persen. Dijadwalkan titik start dan finish akan digelar di objek wisata air terjun Bantimurung, sekitar 42 kilometer dari Kota Makassar.
”Tahun lalu, kita sudah memfokuskan titik start dan finish di Maros kota. Sehingga tahun ini kita mau menggiring langsung para peserta mandi-mandi di air segar Bantimurung,” tutup Chaidir. (ari/mir/c)