Site icon Berita Kota Makassar

Gowa Bentuk Satpol Pendidikan

GOWA, BKM — Awal dibentuknya Satuan Polisi (Satpol) Pendidikan di Kabupaten Gowa diprakarsai bupati Gowa periode 2009-2015, H Ichsan Yasin Limpo. Program yang menjadi salah satu inovasi pendidikan di Gowa ini dibentuk Ichsan YL pada tahun 2013 dan berlangsung hingga periode bupati berikutnya.
Personel Satpol Pendidikan direkrut bertahap sesuai jumlah sekolah yang dijaga. Lambat laun, jumlah personel makin bertambah. Saat ini, jumlah Satpol Pendidikan kurang lebih 500 orang. Mereka bertugas di 412 SD dan 107 SMP.
Satpol Pendidikan juga dibekali sepeda motor. Tugas utamanya adalah membantu menjemput siswa atau guru yang berdomisili agak jauh dari sekolah agar tidak terlambat tiba di sekolah.
”Salah satu alasan Pemerintah Kabupaten Gowa saat itu membentuk Satpol Pendidikan, karena banyaknya keluhan pihak sekolah bahwa masih banyak guru telat masuk mengajar, masih banyak siswa yang cenderung terlambat datang. Makanya pemerintah menginisiasinya dengan menghadirkan Satpol Pendidikan ini. Dan alhamdulillah sampai sekarang berjalan baik,” jelas Adnan, Rabu sore (27/2).
Adnan menjelaskan, personel Satpol Pendidikan ini direkrut secara bertahap melalui seleksi ketat yang dilakukan Pemkab Gowa. Mereka yang direkrut adalah masyarakat yang tinggal dan berdomisili di lokasi yang akan ditempatkan.
Dalam bertugas Satpol Pendidikan mengenakan seragam layaknya Satpol PP. Mereka ini akan berada di sekolah sepanjang kegiatan belajar-mengajar berlangsung.
”Sepanjang kegiatan belajar mengajar berlangsung, Satpol Pendidikan ini akan berada di lokasi sekolah untuk mengantisipasi masuknya gangguan terhadap berlangsungnya proses belajar dari luar sekolah,” tambah bupati Gowa.
Terkait Satpol Pendidikan ini, pengamat kebijakan publik lulusan Jepang, Ishak Rahmat, mengaku sangat salut. Ia sangat mengapresiasi adanya Satpol Pendidikan di Kabupaten Gowa. Menurutnya, ini suatu inovasi yang memanfaatkan perlibatan masyarakat.
”Dalam sektor pendidikan apalagi pendidikan dasar dan menengah itu, selalu ada tiga komponen yang harus selalu bersinergi, yaitu sekolah, masyarakat, dan keluarga.
Nah, ini yang terjadi dari inovasi pendidikan yang ada di Kabupaten Gowa. Karena masyarakat menjadi bagian dari wakil keluarga sekaligus wakil sekolah. Karena ia memastikan, guru atau murid hadir untuk melaksanakan kewajibannya,” kata Ishak.
Dirinya juga berharap, apa yang saat ini dilakukan Pemkab Gowa dapat diadopsi pemerintah pusat untuk dijadikan program nasional yang diterapkan di seluruh kabupaten/kota lainnya. (sar/mir)

Exit mobile version