Site icon Berita Kota Makassar

Hadiah Tolak Santunan Pemerintah Arab Saudi

MAKASSAR, BKM — Ini kabar terbaru bagi korban jatuhnya crane saat musim haji tahun 2017 lalu. Pemerintah Arab Saudi segera memberikan santunan sesuai kondisi korban.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perjalanan Haji dan Umrah Kementerian Agama Provinsi Sulsel Kaswad Urais. Ia menjelaskan, sebanyak 12 orang yang tercatat sebagai korban insiden crane sudah diminta datanya oleh Dirjen Haji sesuai permintaan pemerintah Arab Saudi.
“Semoga bisa segera direalisasikan seperti janji yang telah dilontarkan pemerintah Arab Saudi sebelumnya,” ungkap Kaswad saat berada di redaksi Harian BKM lantai III Gedung Graha Pena, Kamis (28/2).
Dia menjelaskan, jalan untuk memperjuangkan para korban mendapat santunan dari pemerintah Arab Saudi cukup panjang. Berbagai upaya dilakukan. Termasuk saat Raja Salman melakukan kunjungan ke tanah air.
Mulai dari Dirjen Haji Kemenag, Komisi VIII DPR RI, hingga Kementerian Luar Negeri menagih janji.
Kaswad mengakui memang tidak mudah untuk merealisasikan hal tersebut. Karena harus ada administrasi secara tertulis mewakilkan kepada orang tertentu yang bisa langsung terhubung dengan pemerintah Arab Saudi.
“Sehingga kita kemarin minta bantuan diplomat yang bertugas di sana,” kata Kaswad.
Menurut dia, Kemenag Sulsel sendiri sudah membantu memfasilitasi pengurusan administrasi para korban karena mereka diberi deadline hanya tiga hari.
Namun ada yang menarik. Satu orang yang tercatat namanya, menolak disebut korban. Ia tidak ingin diusulkan sebagai penerima santunan.
Menurut Kaswad, korban bernama Hadiah itu mengaku tidak pantas mendapat santunan. Sebab saat insiden crane, walaupun berada di lokasi, dirinya tidak mengalami luka. Dia hanya kehilangan koper, namun akhirnya barang tersebut ditemukan.
“Ini saya kira merupakan simbol dari haji mabrur. Ada kejujuran luar biasa. Ada peluang untuk mendapat bantuan, tapi jamaah dari Sinjai itu menolak. Kami beri apresisasi. Ini kejujuran dan integritas karena menganggap itu bukan haknya,” kata Kaswad.
Dia berharap Arab Saudi bisa secepatnya memenuhi janji tersebut. Termasuk memfasilitasi keluarga korban yang meninggal untuk beribadah haji ke Tanah Suci.
Khusus Sulsel, ada 10 nama yang terdata menjadi korban crane Tanah Suci. Yakni Saharmi dari Sidrap. Rosnallang dan Norma dari Gowa. Fatmawati, Darwis, Erni, Rosdiana adal Bulukumba, Subandi Maros, Hadiah dari Sinjai. Serta M Harun dari Maros.
Rerata korban mengalami luka berat dan ringan. Kecuali Darwis yang meninggal dunia. (rhm/rus)

Exit mobile version