MAKASSAR, BKM– Jelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Makassar, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar menjadwalkan melakukan kunjungan ke kantor PT Telkom dan PLN.
Kunjungan dilakukan untuk memastikan ketersediaan listrik dan jaringan internet aman pada hari pelaksanaan UNBK selama empat hari mulai 22-25 April.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Abdul Rahman Bando mengatakan, persiapan pelaksanaan UNBK se-Kota Makassar terus dimaksimalkan. Dua kantor BUMN baik PLN dan PT Telkom segera dikunjungi memastikan kesiapan titik – titik jaringan khususnya di pulau aman dan lancar. Termasuk juga ketersediaan pasokan listrik.
“Tanggal 5 Maret nanti kalau kami cocok waktu dengan PT Telkom, kami akan kembali melanjutkan koordinasi yang telah kami bangun. Koordinasi dilakukan untuk memastikan kesiapan jaringan di seluruh titik – titik sekolah penyelenggara UNBK termasuk di pulau. Untuk PLN juga kami akan lakukan di waktu yang hampir bersamaan,” kata Rahman Bando, Kamis (28/2).
Tidak itu saja, Rahman Bando juga telah mengumpulkan seluruh proktor-proktor di SMP Negeri dan swasta. Di mana pertemuan dulunya mengimbau adanya tim – tim teknis ditempatkan di sekolah minimal satu orang yang sigap membantu para siswa yang kesulitan mengerjakan soal di komputer atau laptop. Selain itu, seluruh sekolah telah diminta untuk menyediakan komputer dan laptop cadangan.
“Seluruh sekolah nanti ada tim teknisnya. Satu sekolah, satu tim teknis. Tim teknis bertugas mendampingi para siswa yang kesulitan karena komputer atau laptopnya rusak, tim teknis ini segera turun memeriksa,” terangnya.
Berdasarkan instruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI membuka verifikasi akhir seluruh peserta UNBK se Indonesia lanjut Rahman Bando itu telah diselesaikan. Khusus di Makassar ada sebanyak 23.334 orang calon peserta UNBK SMP.
“Hasil akhir dari verifikasi yang telah kami lakukan ada 23.334 orang. Verifikasi dilakukan untuk mengecek nama peserta sampai nama orang tua siswa sudah benar. Agar tidak ada kesalahan nantinya,” tutupnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Ujian Nasional Provinsi Sulsel, Muh Basri menjelaskan, saat ini, sekolah sudah bisa mengadakan perlengkapan untuk persiapan ujian melalui dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).
“Jadi tidak sulit lagi. Apa yang menjadi kebutuhan sekolah, mulai komputer, jaringan hingga genset sudah bisa disiapkan melalui dana BOS,” ungkap Basri.
Kendati demikian, kata Basri, kekurangan komputer dipastikan tetap akan terjadi karena anggaran di sekolah terbatas.
Untuk itu, tahun ini, Disdik Provinsi Sulsel mengeluarkan imbauan agar sekolah-sekolah bisa saling membantu kebutuhan fasilitas untuk ujian.
“Istilahnya, bisa saling meminjamkan sarana. Makanya kenapa waktu ujian SMA dan SMK serta SMP dibuat berbeda,. Karena masih banyak sekolah yang kekurangan komputer,” ungkap Basri.
Selain itu, Disdik Sulsel juga akan bersurat ke PLN untuk memastikan kondisi kelistrikan tetap berfungsi saat pelaksanaan ujian. Begitu juga aparat keamanan untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan aman dan lancar. Sekaligus memastikan aparat bersiaga dan bertindak ketika siswa konvoi usai ujian.
Untuk daerah remote area, sudah ada beberapa sekolah yang bisa melaksanakan UNBK mandiri seperti di Seko dan Pulau Liukang Tangngayya. Pasalnya, sekolah itu sudah diberi bantuan komputer dari pihak Disdik Sulsel. Namun tetap saja masih ada beberapa sekolah yang harus melaksanakan ujian di sekolah lain.
Tahun lalu, Disdik memang mengadakan 120 unit komputer yang didistribusikan ke sekolah-sekolah yang paling membutuhkan.
“Seko tahun lalu harus UNBK di Masamba. Tapi alhamdulillah tahun ini sudah bisa ujian sendiri karena perangkat komputernya sudah ada,” jelasnya.
Diketahui, UNBK 2019 akan diikuti 959 SMA dan 408 SMK se Sulsel . Sementara tingkat SMP, sejauh ini yang siap menggelar UNBK sudah ada 1.447 sekolah. Sedangkan jumlah siswa kelas tiga di SMA berjumlah 76.219 siswa dan SMK 40.319 siswa.
Jadwal UNBK untuk SMK dilaksanakan tanggal 25 hingga 28 Maret, sementara SMA digelar tanggal 1, 2, 4 dan 8 April mendatang. Sedangkan ujian susulan UNBK bakal digelar pertengahan April, seperti 15 sampai 16 April untuk SMK dan 29 dan 30 April untuk SMA. (arf)
