Site icon Berita Kota Makassar

Database Guru Perlu Diperbaiki

MAKASSAR, BKM — Penggabungan SD untuk menghasilkan 12 SMP di Kota Makassar hendaknya melihat efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan. Baik kepada siswa, guru, dan birokrasi sekolah.
Ketua Dewan Pendidikan Sulsel Adi Suryadi Culla, menilai penggabungan tersebut merupakan sebuah keharusan. Bukan sekadar untuk efektifitas belajar semata, namun juga untuk memperbaiki mutu pendidikan di sekolah.
“Ini kan program pemerintah. Rencana ini sangat sensitif saya bilang. Karena terkait program yang akan berdampak terhadap sistem pendidikan anak-anak kita dan gurunya. Kita harus tinjau dulu seberapa efektifitas dan efesiensi program ini ke depan,” terangnya.
Lebih lanjut dikemukakan, kelayakan sekolah juga menjadi faktor utama dalam menerapkan sistem regrouping. Sebab banyak aspek yang bermuara pada kualitas pendidikan jika kelayakan sekolah tidak diperhatikan. Apalagi, rasio guru masih bisa dikatakan tidak ideal dan di lapangan situasinya berbeda.
“Penggabungan sekolah ini tentu bagus saya pikir. Apalagi ada beberapa sekolah yang kekurangan siswa dan gurunya. Karena pasti jumlah guru yang pensiun ini jumlahnya cukup banyak. Lalu siapa nanti yang akan mengajar anak-anak kita,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, Dinas Pendidikan Makassar harus melihat dulu apakah dengan penggabungan ini ke depannya siswa dan guru tidak akan bermasalah mengenai databasenya. Juga aspek psikologis siswa.
“Tidak masalah kalau memang Dinas Pendidikan sudah memperhitungkan melihat guru dari segi kualifikasi pendidikan yang cocok untuk mata pelajaran di SMP. Begitupun sebaliknya. Saya pikir juga, databasenya guru-guru kita juga perlu diperbaiki lagi,” tandasnya. (ita/rus)

Exit mobile version