Site icon Berita Kota Makassar

Kapal Latih SMK Senilai Rp32 M Siap Dioperasikan

MAKASSAR, BKM — Sebanyak 8 Unit kapal dengan kapasitas masing-masing 40 ton siap dioperasikan menjadi kapal latih SMK perikanan dan maritim yang ada di Sulsel.
Kapal latih SMK tersebut saat ini telah bersandar di Pelabuhan Untia, Kecamatan Biringkanaya Kita Makassar.
Dan sebelum dioperasikan, Dinas Pendidikan Sulsel yang dikomandoi langsung Kepala Dinas Irman Yasin Limpo melakukan uji coba terlebih dahulu.
Kapal-kapal berkonstruksi kayu tersebut merupakan fasilitas praktik lapangan sisa SMK yang disediakan Pemprov Sulsel melalui APBD yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp32 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan, Irman Yasin Limpo mengatakan ada delapan SMK perikanan/maritim yang memperoleh bantuan kapal latih tersebut. Diantaranya SMK 9 Makassar, SMK 2 Bantaeng, SMK 3 Jenepon, SMK 1 Takalar, SMK 1 Selayar.
Namun yang menjadi kendala saat ini adalah bagaimana menyiasati biaya operasional kapal yang dikalkulasi cukup besar.
Jika sebelumnya siswa SMK Perikanan/Maritim yang akan praktik kerja harus ikut ke kapal perusahaan atau milik sekolah lain seperti PIP, dengan hadirnya kapal latih sendiri, mereka tidak susah lagi mencari tempat praktik.
“Jadi setelah mereka diberikan teori bagaimana cara membuat jala, merajut kail, melilit tali dan lain sebagainya, maka langsung praktek pergi tangkap ikan di lautan. Ini lebih profesional,” ujar Irman, kemarin.
Untuk biaya operasional, lanjut Irman pihaknya akan memanfaatkan sumber dana, baik dari dana sekolah dalam hal ini dana praktek siswa, juga menggunakan dana dari hasil kerjasama pihak ketiga.
“Untuk hasil penangkapan ikan bisa diuangkan dan diambil dari biaya operasional dan sekolah. Dasar hukumnya adalah unit usaha produksi sekolah,” bebernya.
Satu kapal latih tersebut, kata dia bisa menangkap hingga 15 ton ikan.
“Saat uji coba, baru beberapa menit, sudah dapat 1 ton ikan,” ungkapnya.
Kepala Sekolah SMKN 9 Makassar, Muhidin mengatakan, saat ini jumlah siswa di sekolah yang dipimpinnya sebanyak 296 siswa. Terdiri dari tiga jurusan, yakni Niaga Penangkapan Ikan, Agribisnis Perikanan, dan Elektronika Industri.
Dia mengatakan kehadiran kapal latih bantuan Disdik Sulsel itu bisa menjadi tempat praktik sesungguhnya untuk menerapkan semua teori yang telah diperoleh di sekolah
“Ini bisa meningkatkan kompetensi siswa. Mereka bisa menjadi tenaga kerja siap pakai setelah lulus sekolah nantinya,” pungkas Muhidin. (rhm)

Exit mobile version