ENREKANG, BKM — Bencana tanah longsor memutus akses penghubung Desa Palakka-Desa Kaluppang Kecamatan Maiwa Minggu, (3/2) dinihari akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Enrekang.
Personil BPBD Kabupaten Enrekang langsung turun ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Kades setempat dan masyarakat melakukan evakuasi material tanah akibat longsoran yang menutup jalan tersebut.
Bencana longsor seolah sudah menjadi langganan di Kabupaten Enrekang terutama saat musim penghujan. Beberapa wilayah yang rentan longsor juga bisa terjadi di wilayah Kecamatan Anggeraja tepatx di Kelurahan Tanete. Brdasarkan pantauan TRC BPBD, ruas jalan poros yang menghubungkan antara Kota Enrekang dengan Kabupaten Tana Toraja. Disana ada beberapa titik yang rentan terjadi longsor. Tebing yang ada disisi jalan tanahnya tergerus dan jatuh kesisi jalan.
Jika curah hujan tetap tinggi maka besar kemungkinan akan terjadi longsor dan menutup badan jalan.
Untuk itu, kepala pelaksana BPBD Benny Mansjur menghimbau kepad para pengguna jalan khususx yang melintas di wilayah tersebut agar brhati-hati.
“Jika hujan dengan intensitas tinggi tumpukan material tanah merembet ke jalanan dan jalan menjadi licin. Ini bisa mnimbulkan lakalantas, ” papar Benny
TRC BPBD Enrekang sejak Jumat (29/2) mengerahkan personil TRC dan mnurunkan alat berat eskavator untuk melakukan pembersihan material. (rls).
Longsor Putus Akses Jalan Desa
