PANGKEP, BKM — Ratusan penghuni rumah di Kompleks perumahan Reskita Residen yang terletak di Kampung Baru-baru, Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene, terpaksa setiap hari membeli air untuk kebutuhan hidup. Lantaran air PDAM sudah tiga bulan tidak mengalir ke kawasan perumahan tersebut.
Salah seorang penghuni Kompleks Perumahan Reskita Resident, Sofyan, kepada BKM, Minggu (3/3), mengeluhkan kondisi yang dialami para penghuni di kompleks perumahan tersebut. Di sini ada sekitar 300 kepala keluarga merasakan krisis air bersih.
Air PDAM tak mengalir di tempat ini sudah sekitar tiga bulan. Kalau soal aliran air tidak lancar mengalir di sini sudah bertahun-tahun. ”Apa yang kami alami sudah disampaikan melalui group Facebook PDAM Pangkep. Tetapi sampai sekarang belum ada respon dari perusahaan air bersih tersebut,” keluh Sofyan.
Warga di kompleks Perumahan Reskita Residen, kata Sofyan, tidak punya alternatif sumber air lain, selain harus membeli air dari penjual air bersih. Itu pun mesti mengeluarkan biaya minimal Rp30 ribu per hari. Ditempat ini sumber air sumur tidak bagus. Karena kawasan dilokasi tersebut merupakan area air payau.
”Warga yang punya keluarga dekat di luar kompleks perumahan, terpaksa mengungsi untuk mencari sumber air memadai. Harapan kami, pihak PDAM secepatnya memberikan solusi, agar warga di sini tidak menderita, karena air PDAM tidak mengalir. Apalagi, warga di sini tetap membayar biaya beban, tetapi tidak menikmati air bersih,” pungkasnya.
Direktur PDAM Pangkep, Andi Yathrib Pare, ketika dikonfirmasi sehubungan tidak mengalirnya air PDAM di kompleks perumahan Reskita Residen yang terletak di Kampung Baru-baru, mengaku, dengan adanya informasi itu, pihaknya akan mengechek kebagian penagihan.
”Untuk masalah air PDAM yang tidak mengalir di salah satu kompleks perumahan itu. Nanti kami konfirmasi dulu kebagian penagihan,” ujar Yathrib memberikan jawaban singkat saat dihubungi via whatsapp Minggu kemarin (3/3). (udi/mir/c)
Tiga Bulan Warga Reskita Residen Tak Nikmati Air PDAM
