MAKASSAR, BKM– Sejak beberapa hari lalu pelaku Biro Perjalanan Wisata (BPW) di Sulawesi Selatan mengikuti sertifikasi kompetensi. Sertifikasi dilakukan untuk meningkatnya pelayanan wisatawan inbound dan outbound di Sulsel.
Menurut Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Anging Mamiri, Farid Said mengatakan, seluruh pelaku usaha BPW sebanyak 150 usaha telah mengikuti kegiatan tersebut, dengan Sekema Tour Manager, Tour Leader dan Travel Consultan.
“Kegiatan ini rutin dilakukan untuk seluruh pelaku Biro Perjalanan Wisata di Sulsel, dan saat ini kurang lebih 150 orang mengikuti sertifikasi kompetensi ini. Kenapa seluruh pelaku usaha biro wisata ini wajib punya sertifikasi, agar seluruh biro ini kerjanya sesuai SOP internasional, jadi sudah mengikuti ini dapat semacam pengakian,” ungkapnya, Selasa (5/3).
Selain itu, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran karyawan BPW SulSel khususnya travel umroh yang telah diwajibkan memegang sertifikat Tour Leader. Dimana, banyak keluhan masyarakat penikmati tour, yang mengkomplain agen tournya, karena tidak lain kurangnya pelayanan dan jaminan terhadap konsumennya.
“Sertifikasi ini penting agar pelayanan wisatawan inbound dan outbound di Sulsel terjamin. Sertifikasi ini juga untuk menjamin tidak terjadi lagi penelantaran jemaah yang kerap terjadi di beberapa travel,” tuturnya.
Mendukung pelayanan yang maksimal dan mendukung penghapusan tarvel agen wisata bodong yang meresahkan masyarakat. Kegiatan ini juga salah bentuk, meninformasikan ke masyarakat bahwa biro perjalanan yang resmi harus memiliki sertifkasi kompetensi ini.”Jika ada yang tidak punya itu, masyarakat harus sadar jangan mendaftarkan perjalanan wisatanya di biro tersebut,” ucapnya.
Kegiatan sertifikasi yang digelar ini, diketahu didukung dengan menggunakan fasilitas anggaran Kementerian Pariwisata RI ini melalui LSPAnging Mammiri bekerjasama dengan DPW ASITA Provinsi Sulawesi Selatan.
“Kebetulan inihasil kerjasama kami bersama Asita dan terselenggaranya didukung oleh pihak kementerian pariwisata. Kalau SDM tidak mengejar kompetensi dibidang pekatanan digital maka mereka akan terguling dan mati berlahan,”ujarnya.
Selain itu Direktur LSP Anging Mammiri Farid Said juga menyerahkan Sertifikat Sekema Tour Manager kepada Sopha salah satu pimpinan Travel agent di Makassar yang telah mengikuti sertifikasi kompetensi beberapa bulan lalu.
“Kini yang menjadi persoalan dengan tingginya harga tiket pesawat. Namun menurutnya tantangan model promosi viral menjadi solusi yang tidak banyak menggunakan aktifitas offline, pasar dan konsumen dewasa ini sudah hidup dengan digital produk. (ita)
Biro Perjalanan Wisata Wajib Sertifikasi
