Site icon Berita Kota Makassar

Aprindo Tanggapi Aturan Baru

MAKASSAR, BKM– Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Sulawesi Selatan melakukan kebijakan mengenai kantong plastik tidak gratis (KPTG). Kebijakan itu, konsumen akan dikenai biaya kantong plastik minimal Rp200.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Makassar, Muammar Muhayang mengatakan, kebijakan kantong plastik berbayar perlu ditanggapi secara situasional. “Persoalannya inikan masyarakat kita atau konsumen mau tidak dengan perlakuan seperti itu. Kalau tidak keberatan jika berbayar, tidak jadi masalah jika diterapkan, kalau keberatan, ya jangan,” ungkapnya, Minggu (10/3).
Apalagi menurutnya, penerapan aturan itu telah diterapkan tahun sebelumnya namun berjalan. Secara umum penggunaan kantong plastik masih harus dijalankan, karena belum adanya alternatif lain yang dihadirkan pemerintah sebagai pengganti kantong plastik.
“Kita pakai saja kalau memang belum ada alternatif. Selain itu tak ada sanksi yang diberikan kalau kita masih pakai. Kayaknya ini hanya tekanan dari internasional, makanya pemerintah kesannya terpaksa menjalankan terkait pelarangan penggunaan kantong plastik ini, karena kebijakannya sudah beberapa kali berubah, plinplan,” bebernya.
Ia menambahkan, pemerintah belum serius dalam penerapan kebijakan larangan penggunaan kantong plastik. “Belum fokus kalau saya lihat, aturan teknisnya juga belum ada. Masa plastik pembungkus produk makanan juga dilarang, gulung tikar itu pelaku UKM. Kalau cuman kantong kresek itu tak jadi masalah,” ujarnya.
Dengan adanya kebijakan ini, diirnya berharap agar tidak ada pengusaha yang memanfaatkan hal tersebut dengan menaikkan harga jual produk. “Kalau harga naik bisa berpengaruh lagi sama inflasi, itu tidak baik secara ekonomi. Kita juga sudah himbau kepada teman-teman yang lainnya, karena kita jaga momentum inflasi yang terkendali agar ekonomi bisa terus berputar,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Apindo Sulsel, Latunreng menilai tujuan dari niat pemerintah untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sangat bagus. Hanya saja, saat ini penggunaan kantong plastik telah membudaya di masyarakat. “Seluruh aktivitas bisnis mayoritas menggunakan kantong plastik. Dengan adanya rencana ini pasti ada beberapa yang keberatan, tapi kita lihat efek jangka panjangnya seperti apa,” jelasnya.
Menurut Latunreng, pengusaha sangat diuntungkan jika aturan ini diberlakukan. “Ini bisa mengurangi biaya tambah dalam ongkos produksi. Plastik jadi beban biaya, dana dari ongkos plastik tadi bisa menambah inventasi,” katanya.
Dilain sisi, sektor industri pembuatan plastik menjadi yang paling dirugikan. “Disinilah mereka harus berinovasi menciptakan produk baru pengganti plastik,”tutupnya. (ita)

Exit mobile version