MAKASSAR, BKM–Dinas Pedangan (Disdag) Kota Makassar berencana mewujudkan rehabilitasi Pasar Mandai dan Toddopuli. Sebelum dibangun Disdag terlebih dahulu menyiapkan anggaran belanja jasa konsultan Perencanaan Detail Engineering Design (DED). Anggarannya yang disiapkan pun mencapai Rp150 juta.
Masing-masing belanja jasa konsultan Perencanaan Detail Engineering Design (DED) Pasar Mandai Rp75 juta dan Pasar Toddopuli Rp75 Juta.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar, Nielma Palamba mengatakan jika anggaran yang digelontorkan Disdag Kota Makassar merupakan belanja jasa konsultan perencanaan Detail Engineering Design (DED), rencana pembangunan Pasar Mandai dan Toddopuli. Sebelum pembangunan pasar terlebih dahulu ada namanya DED. Untuk merencanakan secara detail bentuk pasar yang akan dibangun.
Untuk pasar Mandai rencananya akan dibangun 2020 mendatang, namun untuk saat ini masih proses DED.
“Tahun 2020 rencana kita akan bangun Pasar Mandai dan anggarannya itu dari Pusat juga rencana kita pasar Mandai pasar Standar Nasional Indonesia (SNI),” kata Nielma.
Sementara untuk Pasar Toddopuli, sambung Nielma tahun ini akan dibangun lantaran sudah mendapatkan anggaran pembangunan dari pusat sebesar Rp4 miliar.
“Meskipun akan dibangun tahun ini, untuk pasar Toddopuli terlebih dahulu kita buat proposal yang dinantinya akan saya konsultasikan ke pusat, dengan anggaran DED sebesar Rp75 Juta,” ungkapnya.
Lebih jauh Nielma mengatakan untuk pasar Toddopuli tidak bisa menjadi pasar Standar Nasional Indonesia (SNI) lantaran lahannya yang tidak memungkinkan. Lain halnya dengan pembanguna Pasar Mandai yang lahannya masih luas.
Setelah kedua pasar tersebut dibangun, pihak Dinas Perdagangan Kota Makassar dikatakan Nielma akan diberikan ke Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya. Karena pengelolaannya nanti akan dilakukan oleh PD Pasar Makassar Raya.
“Setelah dibangun, akan diseragkan ke PD Pasar untuk dikelola,” tutup Nielma.
Terpisah, Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya, Syafrullah mengatakan, jika rencana pembangunan dua pasar ini harus ada aturan yang detil. Contohnya ia mengatakan, jika pembangunan ini harus memiliki sertifikasi.
Kalau sertifikasi dari dua pasar ini sudah ada, Syafrullah mengatakan ini adalah rencana yang sangat baik. Namun jika sertifikasinya tidak ada maka dikatakannya akan menimbulkan banyak masalah.
“Kalau saya sertifikasinya dulu, ada ndak. Karena kalau ndak ada, ini bisa jadi masalah, banyak masalah yang bisa timbul. Baik diantara pedagang ataupun masyarakat,” kata Syafrullah.
Walaupun brgitu, Syafrullah menyambut baik rencana ini. Dirinyapun juga mengatakan akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Disdag.
“Pasti koordinasi lah, nanti kita koordinasikan lagi,” jawabnya singkat. (nug/war/b)
