MAKASSAR, BKM — Empat orang remaja bertubuh ceking berada dalam sel tahanan Polda Sulsel. Betis mereka terlilit perban warna putih. Tiga orang diperban pada kedua kakinya. Satu lainnya hanya pada kaki kanan.
Mereka adalah empat begal sadis yang dilumpuhkan dengan timah panas oleh tim khusus (timsus) Polda Sulsel yang memback up aparat Polsek Tamalanrae. Langkah tegas diambil polisi yang dipimpin Panit Timsus Ipda Artenius MB.
Saat dibawa untuk menunjukkan barang bukti hasil curiannya, keempatnya kompak melakukan perlawanan. Selanjutnya mencoba melarikan diri. Upaya persuasif dengan tiga kali tembakan ke udara tak juga dihiraukan. Terpaksa mereka ditembak pada bagian kaki masing-masing. Selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapat bantuan medis.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, keempat tersangka begal sadis itu ditangkap pada hari Jumat (8/3) dan Sabtu (9/3). Selanjutnya dilakukan pengembangan kasus.
Dalam catatan kepolisian, kawanan ini diketahui sudah tujuh kali melakukan aksinya. Salah satunya membegal di jalan tol Sutami beberapa waktu lalu. Korban yang seorang karyawati bahkan mengakami patah tangan.
”Ada tujuh laporan polisi yang masuk terkait aksi komplotan ini. Selanjutnya dilakukan penyelidikan di lapangan,” ujar Kombes Dicky, Minggu (10/3).
Dari hasil penyelidikan polisi, satu dari kelima tersangka berhasil dideteksi keberadaannya. Arfah alias Popo diketahui tengah bersembunyi di sebuah rumah di Jalan Kapasa Raya.
Tempat itu pun lalu dikepung. Popo pun tak bisa berkutik. Ia dibekuk. Selanjutnya digelandang ke posko timsus Polda Sulsel guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepada polisi, sambung Dicky, Popo mengakui perbuatannya melakukan perbuatannya. Bukan hanya membegal. Ia juga terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Popo ‘bernyanyi’ kepada polisi. Menyebut rekannya yang biasa menemani kala beraksi.
Berdasarkan pengakuannya itu, petugas kemudian menggiring Popo guna menunjukkan lokasi persembunyian kawanannya. Satu persatu dari mereka berhasil dibekuk. Masing-masing Faisal, Ruslan, Asrul alias Kallang, Asrul alias Gassing dan Renaldi alias Dikin.
Lengkap sudah komplotan curas sadis itu. Polisi kemudian menggelandangnya ke ke posko Timsus Polda Sulsel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
”Menurut penuturan lelaki Faisal, dirinya sudah tujuh kali melakukan pencurian, baik curanmor maupun jambret. Bersama Ruslan, Faisal melakukan satu kali pencurian motor dan satu kali jambret. Ditemani Gassing, Faisal beraksi dua kali. Sementara dengan Popo, empat kali menjambret,” terang Dicky menirukan pengakuan tersangka Faisal.
Untuk tersangka lainnya, yakni Popo, mengaku sudah sembilan kali melakukan pencurian motor dan jambret. Ia ditemani empat rekannya saat beraksi. Masing-masing Renaldi, Ruslan, Faisal, dan satu rekannya, yakni Andi Reza yang sudah lebih dulu ditangkap.
Sementara tersangka Ruslan, sambung Dicky lagi, mengaku bahwa pernah bersama tiga orang rekannya, yakni Popo, Faisal, dan Andi Reza satu kali beraksi melakukan curanmor di perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP). Kemudian Asrul alias Gassing pernah melakukan aksi begal sebanyak tiga kali di depan perumahan Nusa Tamalanrea Indah (NTI) bersama dengan Popo, Faisal, dan Andi Reza. Sedangkan Reynaldi alias Dikin mengaku satu kali melakukan pencurian motor di Kampung Pondok Sawah ditemani Popo
Saat beraksi, komplotan tersangka ini tidak segan-segan melukai korbannya. Barang hasil jarahannya kemudian dijual ke penadah. Uangnya lalu dipakai untuk berfoya-foya.
Dari penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit gawai merek Samsung J5. Satu unit gawai Sony Experia warna hitam. Satu unit gawai Xiaomi Redmi 3. Satu unit motor Yamaha Mio J. Satu unit motor Yamaha Mio Fino. Satu unit motor Honda Scoopy warna abu-abu. (ish/rus)
Timah Panas Lumpuhkan Empat Begal Sadis
