CALON anggota legislatif (Caleg) untuk DPRD Bulukumba dari Partai Nasdem H Suwardi alias H Kardi terus mendapakan dukungan dari warga. H Suwardi yang maju melalui daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Ujungbulu, Ujungloe dan Bonto Bahari terlahir dari keluarga nelayan. H Kardi sejak dulu tidak pernah menyangka akan terjun ke dunia politik. Selama ini ia hanya fokus mengembangkan sejumlah usahanya. Dari buah kesuksesannya membangun sejumlah usaha, mulai dari kuliner, bahan material bangunan hingga bisnis jual beli kapal.
Namanya pun mulai dikenal sejumlah kalangan, sosoknya yang sederhana dan peduli membuat masyarakat meminta dirinya untuk maju sebagai wakil rakyat.
“Tidak pernah terbersit dulunya. Seiring berjalannya waktu, masyarakat meminta saya maju, itu mulai pada 2014 lalu. Tapi baru 2019 ini saya memantapkan diri. Saya lihat untuk bisa memperjuangkan kepentingan orang banyak, itu baru bisa terfasilitasi dengan memegang jabatan politik, salah satunya masuk berkompetisi di Pilcaleg,”jelas H Kardi, Senin (11/3).
Menurutnya, untuk bisa mencapai titik saat ini, bukan secara instan ia dapatkan, melainkan melalui proses yang sangat panjang dengan cucuran keringat dan air mata. Ia menceritakan, awal mula berkembangnya usaha yang ia miliki saat ini, diawali sejak 1997 silam, yang kala itu ia diperhadapkan dua pilihan oleh sang ayah, yakni menjadi pengrajin perahu atau ikut berlayar bersama pamannya.
“Saya memilih ikut berlayar sama almarhum om ku (H Dessi), sambil belajar bisnis, jadi saya ikut membawa garam dan semen ke Pulau Maluku dulu masih Pulau Taliabu, disitu saya banyak belajar,”kenangnya.
Dari hasil keuntungan penjualan garam dan semen itulah,lalu ia membeli kayu untuk dibawa pulang ke Bontobahari membuat perahu. “Tahun 1999 dari kayu yang saya beli sedikit demi sedikit lalu saya buat perahu. Perahu itulah saya gunakan untuk membawa semen dan beras ke sorong. Sampai berminggu minggu dilautan, terombang ambing karena ombak untuk sampai ketujuan ,”ceritanya.
Hal itu terus ia lakoni bolak balik pulau Sulawesi-Papua. Singkat cerita, baru pada awal 2009 silam, lalu H Kardi memutuskan fokus membangun usaha di darat dengan mendirikan toko nelayan yang kemudian berkembang menjadi toko bahan bangunan. Dari keuntungan jual beli bahan bangunan lalu ia kembangakan ke sejumlah usaha seperti pabrik es, jual beli kayu, peternakan, hingga rumah makan.
“Dari kecil saya sudah menggantungkan hidup dilaut, dihantan ombak, disapuh badai itu sudah biasa. Dari situ saya banyak belajar bahwa setelah kesusahan ada kebahagiaan. Kita tidak bisa sukses dan dapat berdiri kokoh jika tak melalui rintangan dan masalah. Jika kita melihat ada orang mencapai titik suksesnya, percayalah dulunya ia pernah jatuh bangun. Andai bukan karena sapuan ombak itu, saya tidak bisa sampai pada titik saat ini,”pesan H Kardi. (min/rif/c).
Banyak Yang Memintanya Maju Sebagai Caleg
