MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar memberikan bantuan bedah rumah kepada warga di 15 kecamatan se kota Makassar. Bantuan bedah rumah itu diberikan kepada warga tak mampu atau memiliki rumah sangat tidak layak.
Sebanyak satu orang warga dari tiap-tiap perwakilan kecamatan akan mendapatkan bantuan bedah rumah tersebut. Acara simbolis penyerahan bantuan bedah rumah sekaligus peresmian rumah yang telah dibedah untuk warga kecamatan Tamalate berlangsung di Jalan Teluk Bayur, Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Abdul Latif Dg Nai, Kamis (14/3).
Warga Kecamatan Tamalate, Abdul Latif Dg Nai, merasa terbantu program ini lantaran rumah yang dihuninya sudah sangat tak layak.
“Saya tinggal bersama anak saya, memang rumahnya sudah tidak layak. Saya diajukan oleh RT/RW setempat untuk membantu proses pengajuan, alhamdulilah lolos, dan akhirnya dibedah,” ungkap Abdul Latif Dg Nai, saat ditemui di rumahnya yang sudah dibedah.
Dikonfirmasi, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Makassar, Hamka, pertimbangan warga yang berhak menerima program Aparong, ialah warga berpenghasilan rendah (MBR), memiliki rumah tidak layak huni dan lahan milik sendiri atau bersertifikat.
“Ini murni untuk masyarakat MBR, dari hasil konsultasi RW, RT, Lurah dan Camat setempat. Serta hasil survei IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) dan Dinas Perumahan,” kata Hamka.
Nilai anggaran rumah layak huni, kurang lebih Rp 50 juta untuk satu unit dan Aparong ini sudah dilengkapi dengan listrik, air, kursi, tempat tidur dan dapur.
“Begitu lengkap semua surat surat, keterangan tidak mampu ke RT/RW, sama foto kondisi rumah kita seperti apa. Aparong 1 kecamatan 1 unit, kita buatkan rumah layak hanya dengan Rp 50jt, dua kamare tidur, ruang tamu, satu kamar mandi, dengan luas bangunan 7 meter panjang, 5 meter lebar depan, 3 meter lebar bangunan, kita ambil konsep dari pak Wali, dengan biaya keseluruhan Rp50 jt untuk bangunan dan prabot, sedangkan standar rumah sederhana sehat Rp140,” tutur Hamka.
Terpisah, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto tak menampik jika pembangunan Apartemen Lorong (Aparong) ini terlambat. Aparong yang seharusnya telah ada sejak tiga tahun lalu ini, baru bisa diselesaikan dan diresmikan kemarin.
“Tadinya saya memang agak marah. Harusnya dari tiga tahun lalu ini ada. Tiga tahun berturut-turut saya anggarkan, oleh kadis lama tidak diselesaikan. Tapi Alhamdulillah kita sudah resmikan, malah bukan anggaran pemerintah,” ucapnya.
Namun Danny sapaannya mengatakan sangat puas dengan Aparong ini karena dinilainya cukup bagus. Dengan anggaran yang hanya Rp50 juta, pembangunan Aparong ini hemat tempat dan hanya berlangsung selama satu pekan saja.
Danny menjelaskan bahwa Aparong ini memang dibuat hanya seluas 4 meter saja. Sehingga luas lahan yang seharusnya hanya bisa dibanguni sedikit rumah, bisa menjadi lebih banyak dengan Aparong.
“Ternyata bagus skali Aparong ini. Bagusnya satu munggu selesai, hemat tempat. Itu kan tujuannya 4 meter. Jadi misalnya luas tanah 20 meter yang hanya bisa ditempati 3 keluarga, bisa jadi 5 dengan Aparong,” jelas Danny.
Olehnya Danny pun berjanji, walaupun dirinya selesai menjadi walikota, ia tetap akan konsen membantu pembangunan Aparong ini. Ia pun merencanakan akan membangun satu Aparong di tiap-tiap kecamatan.
“Saya berjanji, walaupun selesai menjadi walikota, saya tetap akan konsen membantu pembangunan Aparong ini demi masyarakat. Anggarannya ada di APBD,” tutupnya.(jun-arf/war/c)
Rumah tak Layak akan Dibedah Jadi Aparong
