GOWA, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa berupaya meningkatkan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) dari predikat Pratama yang telah diraih pada 2018 lalu, menjadi predikat Nindya pada tahun 2019 ini.
Untuk mencapai hal tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Gowa menggelar rapat penguatan Gugus Tugas KLA di ruang rapat kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa, Kamis siang (14/3).
Dalam rapat penguatan gugus tersebut, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemkab Gowa diharapkan menyatukan komitmennya untuk memenuhi indikator KLA tersebuy sehingga Gowa betul-betul bisa mencapai predikat Nindya tersebut.
”Semua SKPD harus berkomitmen dengan data masing-masing untuk melakukan penginputan data indikator pada cluster masing-masing untuk melengkapi indikator penilaian Kabupaten Layak Anak. Sehingga Kabupaten Gowa dapat meningkatkan predikat menjadi predikat Nindya,” kata Kadis PPPA Gowa, Kawaidah Alham di hadapan para peserta rapat tersebut.
Kawaidah mengatakan, penilaian KLA ini dimulai Maret ini. Sehingga masing-masing SKPD yang terlibat dalam setiap cluster harus segera melakukan penginputan administrasi sesuai pertanyaan dari setiap indikator yang dibutuhkan.
”Jadual penilaian KLA dimulai 16 Maret hingga 5 April. Tahap pertama penilaian mandiri yakni penginputan administrasi aplikasi via web, tahap kedua penilaian pada 6-20 April adalah verifikasi administrasi dan tahap ketiga pada 21 April-30 Juni adalah verifikasi lapangan. Sedangkan tahap keempat yang diagendakan pada 1-22 Juli adalah tahap verifikasi final dan pada 23 Juli tahap akhir pengumuman hasil yang dilakukan bertepatan dengan Hari Anak Nasional,” beber Kawaidah.
Sementara itu, Nurliah Ruma, salah satu peserta rapat sekaligus sebagai pelaku Kotaku tampil berbagi cerita tentang bagaimana membangun kawasan ramah anak. Dikatakan, intinya dalam rangka menciptakan hunian layak anak maka semua komponen masyarakat harus dilibatkan program yang dilakukan baik di kelurahan maupun di desa sebaiknya memperhatikan kepentingan anak.
”Dalam prospek Kotaku, kita memulai pembangunan infrastruktur yang prioritas memperhatikan kepentingan anak. Misal menciptakan kawasan yang menyiapkan tempat bermain anak, ada taman bacanya, ada tempat sarana olahraga di pemukiman-pemukiman. Kaitan KLA ini dengan program Kotaku bahwa ke depan akan lebih memperhatikan kegiatan-kegiatan yang bersentuhan pada kepentingan anak juga bagi penyandang disabilitas. Jika perlu bagi kaum lansia kita juga turut menjadikan pemukiman yang nyaman buat mereka,” kata Nurliah Ruma. (sar/mir)
SKPD di Gowa Komitmen Penuhi Indikator KLA
