Site icon Berita Kota Makassar

NA Hanya Sekejap di Deklarasi Satu

MAKASSAR, BKM — Alumni dan keluarga alumni perguruan tinggi se-Sulsel hadir dalam deklarasi dukungan ke pasangan calon presiden-cawapres 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Mereka tergabung dalam Sinergi Alumni dan Keluarga Bersatu yang disingkat Satu.
Deklarasi berlangsung di Wisma Negara kawasan Centrepoint of Indonesia (CoI), Minggu (17/3). Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Prof Mohammad Natsir hadir.
Sejumlah tokoh penting perguruan tinggi tampak dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Rektor UNM Prof Husain Syam, Rektor UMI Prof Basri Modding, dan beberapa rektor atau pimpinan perguruan tinggi swasta. Termasuk Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) Wilayah IX Sulawesi Prof Jasruddin.
Sejumlah akademisi, baik yang mengabdi di perguruan tinggi negeri maupun swasta juga ikut ambil bagian dalam deklarasi tersebut. Satu di antaranya, Prof Yusran Yusuf yang juga ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), sekaligus dekan Fakultas Kehutanan Unhas.
Di luar unsur perguruan tinggi, juga hadir politisi Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo. Mantan gubernur Sulsel dua periode ini bahkan didaulat sebagai ketua Satu.
Hadir pula Wali Kota Makassar Moh Ramadhan Pomanto, serta sejumlah politisi partai pendukung Jokowi-Ma’ruf.
Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah juga sempat mendatangi lokasi deklarasi. Kira-kira pukul 09.00 Wita ia berada di tempat ini, sesuai undangan. Namun, karena acara belum dimulai, NA yang baru saja menghadiri acara di Takalar, langsung beranjak.
Ia hanya sekejap di Wisma Negara. Rencananya Nurdin hendak pamit, karena pada pukul 10.00 Wita ia dijadwalkan berangkat ke Jakarta.
Di depan mereka yang menghadiri deklarasi, Prof Natsir menggaungkan keberhasilan Jokowi selama ini. Mulai dari jumlah publikasi jurnal perguruan tinggi di Indonesia yang sudah menempati urutan kedua di Asia Tenggara, hingga jumlah beasiswa yang terus meningkat.
“Mengapa kita mendukung Jokowi-Amin? Karena urusan pendidikan tinggi Indonesia sudah mendapatkan perhatian dunia. Publikasi perguruan tinggi sudah ada di posisi kedua di Asia Tenggara,” bebernya.
Terkait kehadiran rektor dan beberapa akademisi yang notabene berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), Natsir mengakui kehadiran mereka membawa nama pribadi sebagai alumni perguruan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga menegaskan kampus harus bebas dari kegiatan politik praktis. “Mereka datang bukan karena sebagai delegasi perguruan tinggi, tapi para alumni. Kami tidak bolehkan kampus berpolitik. Kampus dan keluarga besar alumni tidak boleh (berpolitik). Kami mengajak para alumninya bersedia hadir sebagai perorangan,” terangnya.
Natsir menjelaskan, kehadiran mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sebagai representasi alumni Unhas yang mengajak alumni lainnya untuk bersatu mendukung kembali Joko Widodo dalam pilpres 2019.
“Sekali lagi kampus-kampus tidak boleh berpolitik. Yang harus kami gerakkan adalah pribadi. Saya sebagai Muhammad Natsir. Demikian pula akademisi yang hadir. Tadi Pak Syahrul dan Pak Danny berjanji membuat kegiatan lebih besar, sekitar 1 juta akan hadir nanti tanggal 1 atau 3 (April),” lanjutnya.
Syahrul Yasin Limpo selaku ketua Satu, bertekad mengajak seluruh alumni perguruan tinggi memperjuangkan kepemimpinan Jokowi untuk periode kedua.
“Mempertimbangkan keberhasilan selama lima tahun yang telah bekerja keras membangun Indonesia yang maju mandiri dan bermartabat, kami memberikan keyakinan kepada masyarakat untuk mendukung Jokowi periode kedua,” tandasnya. (rhm/rus)

Exit mobile version