MAKASSAR, BKM –Pemerintah Provinsi Pemprov Sulawesi Selatan berupaya untuk mengembangkan komoditi unggulan dari daerah ini. Selain bertujuan untuk meningkatkan produksi, juga untuk menembus daerah mancanegara.
Saat ini, ada empat produk unggulan daerah yang sedang dikembangkan yakni kopi, rumput laut, gula aren, dan garam.
Melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulsel, dan melibatkan lembaga riset dan teknologi, perguruan tinggi, pemerintah kabupaten/kota dan pelaku usaha, diharapkan tercipta inovasi baru yang akan meningkatkan produksi dan nilai tambah komoditas unggulan itu.
Kepala Balitbangda Sulsel menjelaskan,
berbagai pihak harus terlibat secara bersama-sama untuk menggodok inovasi, termasuk enterpreneurship dan asosiasi profesi.
Menurut dia, persaingan global dan perubahan globalisasi yang sangat signifikan membuat Pemprov Sulsel dipaksa untuk berpikir strategis dalam mensinkronkan dan menyelaraskan kemajuan antar sektor ekonomi dan antar wilayah. Hal ini demi terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sekaligus menjadi pertahanan yang kokoh bagi kedaulatan dan ketahanan ekonomi nasional.
Peningkatan peran pemerintah daerah, hubungannya dengan daya saing daerah didalam peningkatan ekonomi berbasis inovasi, terutama terkait dengan Revolusi Industri 4.0.
“Dapat dilakukan melalui pendekatan research and development yang menitikberatkan pada kolaborasi antar sektor,” ujarnya.
Iqbal mengatakan, salah satu contoh keterlibatan Pemprov Sulsel adalah membuat regulasi atau aturan terkait peningkatan produk unggulan daerah. Misalnya, aturan terkait industri pengguna.
Selain itu menurut Iqbal Suhaeb, Pemerintah Sulsel akan membentuk Institut Kopi.
Institut Kopi merupakan tempat pelatihan untuk masyarakat khususnya petani kopi nantinya. Iqbal mengatakan pembentukan Institut Kopi agar masyarakat petani bisa mengelola kopi dengan profesional dan dapat berinovasi.
Alasan membentuk Institut Kopi karena kopi merupakan salah satu komoditi unggulan Sulsel yang telah mendunia. Terlebih, masa sekarang, kopi bahkan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
“Jadi kita mau kelola kopi itu secara profesional. Dimana bukan hanya kita belajar tentang budidaya kopi tapi termasuk hilirisasi kopi, selain itu, yang digagas ini sifatnya akademi komunitas, kita istilahkan dengan institut kopi,” jelas Iqbal.
Pemprov Sulsel juga telah bekerjasama dengan Politeknik Pangkep dan SMK yang ada di Enrekang.
“Institut kopi itu tidak ada dia punya tingkatan degreenya jadi itu akademi komunitas,” sambungnya.
Untuk itu Iqbal berharap pembentukan Institut Kopi ini nantinya menjadi stimulan bagi masyarakat petani. (rhm)
Sulsel Bakal Miliki Institut Kopi
