Site icon Berita Kota Makassar

Pemprov akan Bangun RS Kanker

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berencana membangun Rumah Sakit (RS) khusus penyakit kanker. Untuk lokasi, Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi di Jalan Lanto Dg Pasewang akan menjadi lokasi pembangunan.

Sementara pelayanan penyakit jiwa akan dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat di Jalan Pahlawan, Biringkanaya. Saat ini rencana pembangunan dan pemindahan RSKD Dadi masih dalam feasibility study.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Bachtiar Baso mengatakan, rencana pembangunan RS Pusat Kanker ini merupakan usulan Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah. Terlebih, saat ini baru satu RS khusus kanker di Indonesia, Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta.
“Bayangkan data pasien kanker di Dharmais itu sekitar 300 orang perhari. Kalau kita bangun di Makassar, bisa dibackup untuk Indonesia Timur sehingga tak perlu lagi ke Jakarta berobat,” kata Bachtiar di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (18/3).
Terkait pemindahan pusat pelayanan penyakit dan gangguan jiwa dari RSKD Dadi ke Sayang Rakyat, Bachtiar menyebutkan masih menunggu hasil kajian. Apalagi pemindahan ini harus dibicarakan bersama DPRD dan persetujuan masyarakat sekitar RSUD Sayang Rakyat.
Lokasi RSUD Sayang Rakyat juga dipilih karena lokasinya yang berada di pinggir kota. Setelah dikosongkan, Pemprov akan membangun RS kanker di bekas RSKD Dadi. Untuk keperluan ini, Dinas Kesehatan akan melakukan studi banding ke RS Kanker Dharmais dan beberapa rumah sakit kanker yang ada di luar negeri.
Direktur RSKD Dadi, Amran Bausat menambahkan, rencana pembangunan RS kanker dan pemindahan pelayanan gangguan jiwa saat ini dikaji oleh tim dari Universitas Hasanuddin. Jika hasil kajian memungkinkan dilakukan pemindahan, paling cepat tahun depan rencana ini sudah direalisasikan.
“Itu masih wacana. Kemarin, Pak Gubernur meminta agar RS ini (Dadi) dikembangkan apalagi lahannya luas. Kalau misalnya pelayanan jiwa pindah, apa yang bagus gantinya. Salah satu opsinya membangun pusat pelayanan kanker,” tambahnya.
Saat ini, kata Amran total pasien penyakit jiwa yang ada di RSKD Dadi sekitar 700 orang. Jumlah ini masih bisa ditampung dengan jumlah kamar 500, sebab 80 persen diantaranya merupakan pasien bangsal. (rhm)

Exit mobile version