MAKASSAR, BKM β Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melaporkan progres pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Centre Point of Indonesia (CoI). BPJS yang menggagas dan menndanai RTH tersebut. Hal itu diketahui saat phka BPJS menemui Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Selasa (19/3) di Rumah Jabatan Gubernur, Jalan Sungai Tangka.
Menurut Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, saat ini progress Ruang Terbuka Hijau (RTH) CoI sudah mencapai 86 persen. Pembangunan pun sedang dikebut agar dapat digunakan menjelang bulan puasa. RTH ini bisa dimanfaatkan untuk sarana rekreasi warga dan berolahraga.
Nantinya, setelah pembuatan RTH rampung, akan diserahkan sepenuhnya ke Pemprov Sulsel untuk dikelola.
βIni dibayai oleh BPJS Ketenagakerjaan dari program tanggung jawab sosial lingkungan, semacam CSR. Jadi dibangun BPJS dan diserahkan ke Pemerintah Provinsi Sulsel untuk dikelola setelah rampung,β sebutnya.
Anggaran yang disiapkan BPJS Ketenagakerjaan untuk pembiatan RTH sebesat Rp13 miliar dengan luas lahan sekitar Rp2,5 hektare. Proyek tersebut mulai dikerjakan November 2017.
Pada kesempatan itu, BPJS Ketenagakerjaan juga meminta gubernur memberikan nama yang cocok untuk taman tersebut.
Menurut NA, BPJS Ketenagakerjaan sudah memberikan kontribusi positif bagi perkembangan Sulsel, khususnya ambil bagian dalam penataan Kota Makassar.
Nurdin menambahkan, pihaknya akan berkonsultasi dulu dengan berbagai pihak agar didapat nama yang cocok dan memiliki kearifan lokal.
Ruang terbuka hijau ini perencanaannya dilakukan sejak tahun 2017 dan dirintis kembali oleh Pj Gubernur Sulsel Soni Sumarsono.
Fasilitas ruang terbuka hijau ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, selain sebagai paru-paru kota dengan tumbuhannya, juga sebagai arena rekreasi.
Diketahui, pada tahun 2017, Gubernur Sulsel saat itu, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menandatangani Nota kesepahaman bersama atau memorandum of understanding (MoU) antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan.
Landmark ini hadir untuk memenuhi target minimal 30 persen RTH, dan diharapkan menjadi ikon baru Sulsel. (rhm)
RTH CoI Dimanfaatkan Jelang Bulan Puasa
