Site icon Berita Kota Makassar

MNP dan Jalan Tol Dikoneksikan

USAI meninjau proyek kereta api di Kabupaten Barru, dengan menggunakan helikopter, Menhub Budi Karya Sumadi dan Gubernur HM Nurdin Abdullah meninjau proyek Makassar New Port (MNP).
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Farid Padang memberikan penjelasan.
Dikatakan, saat ini progres penyelesaian MNP sudah mencapai 99 persen. Sambil menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang tersisa, MNP sejauh ini sudah bisa dioperasikan.
Farid menjelaskan, MNP sudah melayani sekitar 50 kapal lebih dan sudah banyak yang meminati pelabuhan baru ini. “Sudah banyak perusahaan pelayaran maupun pemilik barang, yang sangat interest untuk melakukan kegiatan operasional kapalnya di pelabuhan baru dan hub di Indonesia Timur ini,” terang Farid.
Untuk melayani aktifitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan itu, Pelindo IV menyiapkan 28 unit alat. Terdiri dari 2 unit ship to shoe (STS) crane, 10 unit RTG Crane, 2 unit reach stacker 45 ton, 1 unit forklift 32 ton, 1 unit forklift 7 ton, dan 12 unit terminal tractor.
Farid membeberkan bahwa izin operasi, alur, dan semua dokumen yang dibutuhkan sudah memenuhi syarat. Tinggal menunggu persetujuan operasi penuh dari Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.
Khusus untuk akses keluar masuk MNP, disiapkan jalan sepanjang 2.500 meter yang sudah dicor semua. Dari depan, ada dua jalur yang disiapkan. Salah satunya nanti akan diintegrasikan dengan elevated.
“Tapi kalau melihat kondisi, jika tol sekarang dibangun, sudah jadi traffic jam lagi. Jadi kami mohon tolnya dibangun ke luar. Tapi sekarang bisa menggunakan jalur tol lama dulu,” kata Farid.
Menurut dia, proses alur sudah dilakukan pengecekan oleh navigasi. Tinggal penempatan nantinya.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, Sulsel selama ini tumbuh dengan pesat. “Saya kaget tadi Pak Gubernur sampaikan dari 700 ribu kontainer yang dilayani pelabuhan, sekarang lebih dari 1 juta. Ini Makassar sudah sama sibuknya dengan Surabaya,” kata Budi.
Dia meminta Pelindo IV semakin memperhatikan pelayanan dan melakukan prosedur yang baik. “Perhatikan pelayanan. Kalau dulu tunggunya tiga hari pengurusan administrasi bongkar muat, sisa dua hari,” kata Budi.
Khusus untuk pembangunan jalan tol yang terintegrasi dengan MNP, pihaknya bersama pemerintah daerah akan membuat planning untuk pembangunannya.
“Ini nanti secara planning bersama pemda tetapkan bagaimana jalan tol dan pelabuhan,” kata Budi.
Dia menambahkan, pembangunan jalan tol itu akan melibatkan swasta atau business to business (b to b). Budi meminta Pelindo IV mengajukan proposal mana yang bisa memberikan dukungan kepada MNP.
“Satu yang lazim b to b lebih lincah dari pemerintah, karena hierarki keputusannya lebih singkat,” tandas Menhub. (rhm/rus)

Exit mobile version