Site icon Berita Kota Makassar

Alwi Rahman: Siapkan Ruang Ekspresi Seniman

BUDAYAWAN Alwi Rahman menyadari perubahan yang terjadi saat ini. Dia mengatakan, untuk memajukan kebudayaan sebuah daerah, butuh keterlibatan budayawan secara komprehensif.
“Kita harus memperhatikan undang-undang tentang kemajuan kebudayaan. Itu kan undang-undang baru. Salah satu strategi untuk memenuhi amanah undang-undang itu adalah dengan melibatkan para seniman dan budayawan dalam aktifitas kebudayaan,” jelasnya.
Dia mengatakan, seniman dan budayawan kenapa jarang muncul akhir-akhir ini, salah satunya dalam pentas-pentas teater, sebenarnya karena menyangkut visibility of culture.
Dalam beberapa diskusi, Alwi Rahman menyampaikan beberapa pandangannya. Bahwa salah satu persoalan yang dihadapi adalah kebudayaan kita nyaris tidak terlihat.
“Di Sulsel itu, visibilitynya rendah. Taruhlah misalnya aksara lontara yang hanya bisa ditemukan pada nama-nama jalan. Beda kalau kita ke Korea misalnya. Ekspresi kebudayaannya langsung kelihatan,” kata Alwi.
Dia mengatakan, perlu sekali para pemangku kepentingan mengajak seniman dan budayawan bagaimana merancang strategi dan aktifitas kebudayaan.
Selain itu, lanjut dia, pemangku kepentingan juga perlu menyiapkan ruang-ruang yang representatif kepada para seniman untuk berekspresi. Para seniman teater diberi ruang untuk latihan maupun pentas yang cukup memadai. Begitu juga kepada para penikmat teater. Mereka juga harus disiapkan tempat untuk nonton yang nyaman.
“Jadi saya kira itu salah satu langkah yang harus dilakukan agar teater ini tetap bergairah. Para seniman bisa melahirkan karya-karya yang spektakuler dan bisa dinikmati dengan baik,” ungkapnya.
Dia mengatakan, sebenarnya di kampus-kampus, minat mahasiswa untuk berteater cukup tinggi.
Di Unhas misalnya, kata Alwi, dirinya kerap menjumpai mahasiswa yang berlatih setiap hari.
“Cuma problemnya adalah sarananya di mana. Wadahnya. Jadi memang wadah untuk ekspresi kebudayaan perlu diperhatikan,” tandasnya. (rhm/rus)

Exit mobile version