Site icon Berita Kota Makassar

Kontes Merpati Hias Regional Sulselbar di Bone Berlangsung Sukses

BONE, BKM — Kontes Merpati Hias Sulselbar Regional 2019 yang digelar di Kabupaten Bone selama 23 hingga 24 Maret 2019 berlangsung sukses.

Kegiatan yang mendapat dukungan dari Dinas Peternakan Kabupaten Bone ini pertama kalinya digelar di Bumi Arung Palakka. Kegiatan ini digelar dalam rangkaian Ekspo dan Kontes Ternak 2019 yang dilaksanakan di areal Ekspo dan Kontes Ternak di Pelataran Terminal Petta Ponggawae, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kota Watampone, Bone.

Meski baru pertama diadakan di Bone,  peserta lomba merpati hias ini datang dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Kegiatan dibuka Bupati Bone, Dr. H. Andi Fahsar M. Padjalangi dan dihadiri  Wakil Bupati Bone, Kadis Peternakan, Asisten I, dan kepala instansi lainnya serta para pengurus IFPC (Indonesia Fancy Pigeon Community) Region Sulselbar, seluruh komunitas pelestari Merpati Hias dari berbagai daerah seperti Makassar, Sidrap, Bone, Pinrang dan Palopo serta dari Provinsi Sulawesi Barat.

Panitia Kontes Merpati Hias pun  mengucapkan terimakasih atas terlaksananya kegiatan ini berkat dukungan penuh pemerintah daerah khususnya Dinas Peternakan Kabupaten Bone.

Menurut Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bone, drh. Aris Handono bahwa segala bentuk kegiatan yang berhubungan dengan sektor peternakan akan terus didukung. Apalagi, kata dia, kegiatan ini banyak melibatkan pemuda millennial dalam memelihara hewan piaraan

“Hal ini positif, selain menumbuhkan semangat dalam memelihara dan menyayangi hewan, juga menjauhkan generasi muda dari hal-hal negatif,” paparnya.

Aris mengatakan, kontes merpati hias ini bukan hanya ajang dimana hewan-hewan menunjukkan kecantikan dan keindahannya. Namun, ujarnya,   kontes tersebut justru merupakan momen bagi para pemilik hewan peliharaan menunjukkan eksistensi dan kegigihannya merawat hewan-hewan kesayangannya.

Tidak seperti kontes burung berkicau yang identik dengan teriakan-teriakan penonton dan sang pemilik. Kontes merpati hias yang digelar ini sedikit berbeda. Bukannya senyap tanpa suara, namun lebih pada pengamatan jeli para dewan juri melihat struktur tubuh merpati.

Ada sekitar 80 ekor burung tampil dalam kontes regional tersebut. Di setiap sangkar persegi yang tertata rapi berjajar di atas meja, masing-masing burung memperlihatkan keelokannya.

Tiga orang juri melhat dengan jeli setiap sangkar. Pengamatan itu kemudian dicacat dengan teliti untuk melihat poin terakhir merpati sebagai penentu pemenang.

Jenis merpati hias yang dilakasnakan selama 2 hari itu memperlombakan 26 kelas diantaranya, AF Sadeel, Mohdain, Gladitano Pouter, Brunner, Reversewing Pouter, Hana Pouter, Jacobin, Bokhara, Modena, Maltese, Lahore, Volga dan lain-lain.

Di setiap jenis merpati hias, juri telah memiliki standar poin yang tercatat dengan rinci. Penilaian tersebut antara lain postur tubuh, tingkah laku, keadaan bulu, kuku, serta riwayat genetiknya.

Dari pantauan pengunjung yang rela meluangkan waktunya untuk menyaksikan kontes merpati hias ini terlihat burung-burung merpati yang dilombakan ini memiliki bentuk yang tak lazim. Ada yang memiliki leher super besar, ada merpati yang memiliki berat badan hingga lebih dari 1 kilogram serta merpati dengan bulu panjang di kaki, memiliki jengger di paruh dan keunikan bentuk tubuh lainnya.

Tak hanya menarik dilihat, perawatan burung merpati hias yang sebagian impor serta hasil breeding sendiri ini harga jualnya mencapai jutaan rupiah, serta perawatannya juga harus ekstra. Selain dimandikan, juga harus dengan menyisir bulu dan diberi asupan vitamin.

Bahkan sesekali burung merpati dilakukan perawatan bulu agar terlihat bersih dan indah.
Kegiatan ini pula dijadikan ajang silaturahmi dan sharing antar pecinta merpati hias, serta edukasi bagi masyarakat yang dating mengunjungi lokasi kontes perihal memelihara burung merpati.lomba ini juga untuk menambah harga jual burung merpati. Dengan harapan agar masyarakat lebih mencintai hewan.(rilis)

Exit mobile version