MAKASSAR, BKM — Sebanyak 130 tenaga kerja di bidang hotel dan restoran mengikuti uji kompetensi untuk mengantongi sertifikat keahlian masing-masing.
Uji kompetensi dilaksanakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Mahamu bekerja sama dengan Asdep Pengangan SDM dan Hubungan Antar Lembaga Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata.
Kegiatan digelar selama dua hari, 25-26 Maret 2019 di Hotel Maxone.
Direktur LSP Mahamu, Murad menjelaskan, peserta yang mengikuti uji kompetensi merupakan karyawan dari sejumlah hotel diantaranya Aston, Gammara, Harper, Aswin, Ibis, dan Maxone.
Menurut Murad, uji kompetensi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang perhotelan.
“Ada delapan asesor yang akan melaksanakan uji kompetensi ini,” kata Murad.
Dalam uji kompetensi ini, ada dua yang menjadi perhatian yakni adalah assesment dan proses uji kompetensi itu sendiri.
Orang-orang yang dinyatakan lulus dalam uji kompetensi ini akan mengantongi sertifikat yang bisa menjadi nilai plus dalam berkompetisi di dunia usaha secara global. Sekaligus menjadi pengakuan bahwa yang bersangkutan punya kapabilitas terhadap bidang keahliannya.
“Jadi sertifikatnya bisa digunakan sampai ke luar negeri,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan SDM Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Sulsel, Bruno S Rantetana mengatakan uji kompetensi ini sangat dibutuhkan karena menjadi indikator bagi perusahaan dalam menentukan orang yang akan direkrut. Selain itu, jadi nilai jual bagi tenaga kerja itu sendiri.
Hingga saat ini, kata dia, jumlah tenaga kerja bidang perhotelan dan restoran yang mengantongi sertifikat keahlian masih sangat sedikit.
“Mereka yang punya sertifikat keahlian masih dibawah 10 persen dibandung jumlag tenaga kerja yang eksis di bidang hotel dan restoran,” katanya saat membuka kegiatan ini.
Dia mengapresiasi upaya LSP Pariwisata Mahamu yang mengadakan kegiatan ini. Pasalnya, di Sulsel hanya ada dua lembaga yang menangani uji kompetensi tenaga hotel dan restoran. Yakni LSP Anging Mammiri dan LSP Phinisi. Namun LSP Phinisi saat ini sudah tidak aktif lagi.
“Jadi kehadiran LSP Pariwisata Lahamu sangat membantu,” kata Bruno.
Dia berharap bukan hanya tenaga kerja bidang pariwisata di Makassar saja yang di fasilitasi untuk uji kompetensi. Namun juga di kabupaten/kota, khususnya di daerah yang pariwisatanya berkembang. Seperti Bulukumba, Selayar, Parepare, Tana Toraja hingga Luwu Raya. (rhm)nya.(nug/war/c)