MAMUJU, BKM — Pemilu serentak tahun 2019 merupakan pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah. Karena dilaksanakan secara serentak, yakni lima jenis pemilihan dalam waktu bersamaan.
Hal ini tentu akan menjadi sorotan dunia internasional, apakah bangsa Indonesia melaksanakan konsolidasi politik dengan demokratis dan berintegritas dalam rangka memilih pemimpin nasionalnya.
Demikian disampaikan Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharuddin Djafar, saat memimpin apel gelar pasukan bersama Danrem 142 Tatag, Kabinda, ketua KPU Provinsi Sulbar, ketua Bawaslu, bupati Mamuju, Kapolres Mamuju, serta Dandim 1418 Mamuju, di depan Hotel D’Maleo, Jalan Yos Sudarso, akhir pekan lalu.
Kegiatan ini turut dihadiri para pejabat utama Polda Sulbar dan seluruh elemen baik pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan undangan lainnya. Apel gelar pasukan ini ditandai dengan pemeriksaan pasukan dan seluruh sarana prasarana yang akan digunakan dalam mendukung mewujudkan Pemilu yang aman dan damai serta pemasangan pita tanda operasi OMB kepada perwakilan.
Kapolda mengatakan, sukses tidaknya perhelatan demokrasi ini sangat tergantung pada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Selain peran pihak penyelenggara seperti KPU, Bawaslu, dan DKPP. Peran TNI-Polri tentu juga sangat berpengaruh untuk menentukan suksesnya Pemilu yang jujur dan adil.
Pemilu serentak tahun 2019 merupakan kesempatan berharga bagi rakyat Indonesia untuk memilih calon anggota legislatif yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat. Sekaligus sarana untuk memilih pemimpin nasional guna mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia.
Untuk itu, ajang ini harus menjadi kompetensi, program dan kapabilitas untuk mendapatkan kepercayaan rakyat yang akan memilihnya menjadi pemimpin nasional. Di samping itu, TNI-Polri selaku institusi yang bertanggung jawab langsung terhadap jalannya pengamanan Pemilu serentak 2019.
”Apabila menemukan adanya dan hambatan harus dapat mengambil suatu tindakan tegas sesuai dengan prosedur tetap dan aturan hukum yang berlaku sehingga tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya Pemilu 2019,” tegasnya. (ala/mir/c)
Pemilu 2019 akan Jadi Tonggak Sejarah
