Site icon Berita Kota Makassar

Psikolog Dilibatkan Periksa Kejiwaan Tersangka

GOWA, BKM — Penyidik Polres Gowa masih terus mengembangkan pemeriksaan terhadap tersangka Wahyu Jayadi, tersangka pembunuhan terhadap Zulaeha Jafar. Polisi bahkan melibatkan psikologi guna memeriksa kejiawaan dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) itu. Langkah tersebut ditempuh guna mencari fakta-fakta konkrit.
”Kami sudah mengirim surat untuk pemeriksaan psikologi terhadap tersangka ke Biddokkes Polda Sulsel. Tes psikologi ini perlu dilakukan, selain merupakan prosedur, Polres Gowa juga ingin mengungkap fakta lebih jauh tentang motif pembunuhan. Apakah benar karena karakter pribadi pelaku yang mudah emosi, atau ada faktor lain yang menyebabkan tersangka berbuat nekat begitu,” jelas Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, Senin (25/3).
Sebelumnya, pada hari Minggu (24/3), penyidik telah memeriksa tersangka selama lima jam, dengan didampingi penasihat hukumnya. Dari pemeriksaan itu, tersangka tetap bersikukuh pada pengakuannya tentang tidak ada indikasi mengarah kepada hubungan asmara ataupun utang piutang.
“Tersangka semata-mata emosi sesaat ketika korban dinilainya terlalu mencampuri urusan pribadinya. Dalam kondisi seperti itu, ia kemudian emosi dan langsung melakukan tindakannya. Jadi kami belum menemukan adanya unsur utang piutang maupun asmara dalam kasus ini,” terang Shinto Silitonga.
Usai konferensi pers di halaman Mapolres Gowa, Minggu (24/3), Wahyu yang dihadirkan di depan media menangis tersedu-sedu. Ia menyesali perbuatannya menghabisi nyawa rekan kantornya, sekaligus tetangganya di BTN Sabrina Regency Paccinongang.
Selama konferensi pers berlangsung, tak sekalipun Wahyu mendongakkan kepalanya. Ia selalu tertunduk dengan dibalut baju tahanan berwarna orange.
“Saya sama sekali tidak punya niat membunuhnya. Kejadian itu hanya spontan. Saya sangat menyesal. Saya minta maaf sedalam-dalamnya kepada keluarga besar korban. Saya sangat menyesal,” ucap lirih Wahyu dengan tangan terborgol.
Diakuinya, pada malam sebelum kejadian, dia dan korban bincang di dalam mobil Zulaeha yang dikemudikannya. Sementara mobil milik Wahyu sengaja simpan di tempat lain.
“Kami janji ketemu hanya mau bicarakan sejumlah masalah kantor. Tapi beberapa lama kemudian kami cekcok, karena dia terlalu banyak mencampuri urusan saya. Saya emosi dan memukulnya, hingga dia tidak bergerak lagi,” terangnya. Dalam situasi bingung, Wahyu tak tahu hendak ke mana. Mobil Terios warna biru yang mereka pakai kemudian diparkir di pinggir jalan. Setelah itu ia melilitkan sabuk pengaman di lehernya.
Sementara itu, Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan mengatakan, aparat kepolisian ditempatkan untuk mengawasi rumah korban dan tersangka. Langkah tersebut guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sejauh ini rumah keluarga tersangka telah kosong ditinggal pemiliknya. (sar/rus)

Exit mobile version