Site icon Berita Kota Makassar

Puluhan Murid SDIT Alfadiyah Gowa Mogok Belajar

GOWA, BKM — Sedikitnya 85 orang dari 180 murid Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Alfadiyah yang terletak di Kelurahan Batangkaluku, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, melakukan aksi mogok belajar.
Aksi mogok belajar itu dilakukan para murid pada Senin pagi (25/3). Aksi mogok tanpa masuk ke sekolah dilakukan sebagai bentuk aksi protes para orangtua murid setempat. Penyebabnya, pihak yayasan mengganti kepala sekolah (Kepsek) tanpa alasan jelas.
Soal aksi mogok para murid ini diakui para orangtua murid. Salah satunya dikatakan Hasruddin. Dikatakan, aksi mogok ini menjadi kesepakatan bersama para orangtua murid sebagai bentuk protes atas sikap yayasan menggantikan Kepsek Ustadz Ahmad Agus tanpa alasan jelas.
”Iya, kami para orangtua mulai melakukan mogok mengantar anak-anak kami ke sekolah mulai hari ini (Senin, red). Ada indikasi pihak yayasan menekan kepala sekolahnya hingga mundur dan kemudian mengangkat Wakasek tunggal,” jelas Hasruddin, warga Pallangga ini.
Dikatakan, hampir semua orangtua murid tidak setuju. Karena itu lalu dibentuk tim Islah. Namun pihak yayasan tidak mau mengubah keputusannya. Padahal, Kepsek sudah siap kembali masuk bertugas atas permintaan para orangtua.
”Karena pihak yayasan tidak peduli permintaan orangtua murid, maka kami semua (murid) akan melakukan mogok massal,” jelas Hasruddin yang merupakan salah satu anggota tim islah yang dibentuk komite sekolah.
Terkait upaya orangtua murid itu, dibenarkan Ketua Komite SDIT Alfadiyah. Saat dikonfirmasi BKM, Senin siang (25/3), Saenal mengatakan, selaku komite dirinya sangat prihatin dengan terjadinya permasalahan di sekolah.
”Kami sangat prihatin jika aksi mogok belajar ini terjadi. Imbasnya tentu kepada anak-anak kami. Tapi kalau aksi mogok belajar ini tidak dilakukan maka permasalahan tidak akan ada solusinya. Aksi yang dilakukan orangtua murid terjadi spontan saja yang diawali perbedaan pandangan antara orangtua murid dengan pihak yayasan karena tidak ada penyelesian. Makanya, kami orangtua murid sepakat saja tidak mengantarkan anak-anak kami ke sekolah hari ini,” jelas Saenal.
Dikatakan Saenal, sebenarnya sudah ada pertemuan antara orangtua murid dengan pihak yayasan dan pihak sekolah. Dimana, pada pertemuan tersebut orangtua murid merasa kurang puas atas penjelasan dari yayasan.
Terpisah, Kepala SDIT Alfadiyah Gowa, ustadz Ahmad Agus yang dikonfirmasi, mengatakan, sebetulnya dirinya bukan diganti. Tapi ia sengaja mengundurkan diri. ”Saya selaku Kepsek mengundurkan diri atas kemauan sendiri, karena adanya kebijakan-kebijakan dari yayasan yang bagi saya tidak lagi sejalan dengan visi misi sebagaimana awalnya sekolah tersebut dirintis. Namun karena pengunduran diri saya tersebut para orangtua merasa keberatan dan tetap mempertahankan saya di Alfadiyah. Maka diadakanlah forum klarifikasi, namun pertemuan tersebut tidak mendapatkan hasil. Karenanya, sekolah bergejolak dengan adanya protes orangtua peserta didik,” ungkap Ustadz Ahmad Agus yang dikonfirmasi via WhatsApp.
Ustadz Ahmad Agus mengatakan karena para orangtua keberatan sehingga sekolah tidak lagi kondusif. ”Akhirnya, saya membesarkan hati untuk kembali ke Alfadiyah dengan niat untuk meredam masalah sekaligus memenuhi tuntutan para orangtua siswa. Namun pihak yayasan tidak menerima saya kembali. Akhirnya, para orangtua siswa mengadakan aksi mogok belajar karena merasa kecewa dengan pihak yayasan. Secara pribadi, sebetulnya saya tidak menginginkan hal ini terjadi karena mengundurkan diri. Saya rasa sesuatu yang wajar dalam instansi. Namun mungkin rasa cintanya para orangtua sehingga tidak menginginkan saya mundur,” ucap ustadz Ahmad Agus.
Dari pantauan media di sekolah Islam tersebut, sejumlah ruangan kelas terlihat kurang muridnya yang hadir. Bahkan ada satu kelas tersisa empat orang murid yang hadir. Sementara itu, Ketua Yayasan Alfadiyah, H Suhardi yang berupaya dikonfirmasi hingga pukul 16.20 Wita, tak ada jawaban jelas. ”Maaf sebentar sore saya hub ki,” balasnya singkat pada pesan WhatsApp saat dihubungi pukul 14.35 Wita. (sar/mir)

Exit mobile version