MAKASSAR, BKM–Makassar dipercaya menjadi tuan rumah bimbingan teknis kerjasama antar daerah lembaga, di Hotel Swisbell, Selasa (26/3). Kerjasama tersebut mulai dari Provinsi Daerah Istimewa Aceh hingga Provinsi Papua Barat.
Kepala Bagian Perekonomian dan Kerjasama (BPKS) Sekretarian Daerah (Setda) Kota Makasaar, Najiran Syamsudin mengatakan Bimbtek yang diselenggarakan BPKS merupakan rangkaian sosialisasi Peraturan Menteri Luar Negeri (Permenlu) Nomor 3 Tahun 2019.
“Kenapa Makassar menjadi tuan rumah pertama kawasan timur Indonesia, karena Makassar menjadi barometer kerjasama Internasional dari Kementrian dalam negeri,” ungkap Najiran.
Najiran mengatakan, usai mengikuti Bimtek ini, seluruh daerah harus berkonsultasi ke Pemerintah Kota Makassar bagaimana mekanisme menjalin kerjasama internasional.
“Jadi semua yang akan melakukan kerjasama internasional, terlebih dahulu harus konsultasi, ke Pemerintah Kota Makassar, nanti setelah konsultasi, ketika ada yang tidak puas, kita akan arahkan ke Menteri Luar Negeri,” ujarnya.
Adapun konsultasi yang mereka lakukan ke Kota Makassar, sambung Najiran yakni bagaimana kerjasama internasional itu. Hal ini menandakan posisi Makassar sangat strategis.
Sementara jumlah Pemerintah Provinsi dan Kota yang hadir dalam Bimtek ini sebanyak 58, dari seluruh Indonesia.
Lebih jauh Najiran menyebutkan, kerjasama internasional yang telah dijalin oleh Pemerintah Kota Makassar dari 2017 hingga 2019 sebanyak 47 kerjasama.
Dari 47 kerjasama internasional, ada 28 yang berhasil ditindak lanjuti dan kerjasama. Ini didominasi kerjasama internasional dalam kesehatan, infrastruktur, sanitasi, dan pendidikan.(nug/war/c)