Site icon Berita Kota Makassar

Sengketa Warisan Berujung Maut

MAKASSAR, BKM — Selasa siang (26/3) sekitar pukul 14.00 Wita. Kepulan asap tebal di wilayah Barat Makassar. Tepatnya di Kampung Tumbuseng, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate.
Tidak lama berselang suara sirena Pemadam Kebakaran terdengar saling bersahut-sahutan. Ternyata telah tejadi kebakaran hebat.
Setelah ditelusuri, kebakaran itu terjadi dipicu kekesalan oleh warga terhadap salah seorang lelaki bernama Jumalang (30). Ia baru saja menikam seorang perempuan setengah paruh baya bernama Mariana Daeng Taco (45). Korban meregang nyawa di ujung senjata tajam Jumalang.
Tim pemadam kebakaran dan aparat kepolisian tiba di lokasi. Selanjutnya melakukan penyisiran. Bersama warga, mereka berjibaku memadamkan api. Si jago merah berhasil dipadamkan 30 menit kemudian. Satu unit rumah, dua mobil, serta motor ikut terbakar dalam insiden ini.
Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Makassar Kombes Pol Wahyu Ariwibowo turun langsung ke lokasi bersama personel. Ikut mendampingi didampingi Kapolsek Tamalate Kompol Arifuddin.
Selanjutnya petugas memasang garis polisi. Di samping itu mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lokasi. Aparat kepolisian belum dapat menyimpulkan motif kejadian kebakaran tersebut. Pihaknya masih melakukan proses penyelidikan.
Informasi yang berhasil dihimpun, sebelum kebakaran terjadi, antara korban Mariana Daeng Taco cekcok dengan sepupu dua kalinya Jumallang. Mereka ribut di Jalan Andi Paturungi Timbuseng. Pemicunya masalah warisan. Namun entah kenapa Jumallang gelap mata hingga menikam Marina di dekat pohon bambu.
Menurut saksi mata, saat itu korban dan pelaku terlihat tengah berbicara.Namun tidak lama kemudian mereka terlibat cekcok. Jumalang mengamuk lalu menyerang Mariama dengan badik. Saat itu juga Mariama langsung roboh.
Sementara anak Mariama bernama Rian yang baru saja pulang dari sekolah, terkejut melihat ibunya terkapar. Jumallang yang masih tersulut emosi, seketika itu menyerang Rian dengan badik. Seketika itu juga korban rubuh.
Beberapa saat setelah peristiwa berdarah itu, warga kemudian bereaksi. Mereka mendatangi rumah pelaku dan membakarnya.
Menurut Kombes Wahyu Ariwibowo, dalam peristiwa ini satu orang tewas, yakni Marima. Sementara anaknya mendapat luka tikaman pada bagian perut dan mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
”Pemicu insiden ini diduga persoalan lama, yaitu pembagunan warisan. Kasus sengketa keduanya sudah di tingkat Mahkamah Agung,” ujar Kapolrestabes, kemarin.
Hanya saja, saja perwira tiga bunga melati itu belum bisa menyimpulkan lebih jauh. Pihaknya masih terus mengumpulkan bukti-bukti dalam proses penyelidikan.
”Kami masih mendalami motifnya. Pelaku masih dalam pengejaran. Pembakaran rumah dipicu oleh keributan keluarga antara korban dan pelaku,” terang Kombes Wahyu.
Tidak berselang lama, warga kembali terlibat kejar-kejaran. Mereka bersama petugas kepolisian melakukan pengejaran terhadap seorang lelaki bersembunyi di pematang sawah. Ternyata yang diburu adalah Jumallang. Dia pun berhasil diringkus.
Upaya untuk mengevakuasi Jumallang tidaklah mudah. Karena warga terus merapat hendak menghakiminya. Petugas kemudian menambah kekuatan dan menggiring Jumallang ke mobil lalu dievakuasi ke kantor polisi.

Ayam Masuk Pekarangan

Informasi dari Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar telah menahan Jumalang. Warga Timbuseng, Kecamatan Tamalate ini ditetapkan sebagai tersangka kasus penikaman terhadap Mariana dan anaknya Rian.
Mariana tewas bersimbah darah. Sementara anaknya, Rian hingga saat ini masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit DR Wahidin Sudirohusodo.
“Pelakunya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi, Selasa (26/3).
Dicky menerangkan, berdasarkan keterangan saksi, saat itu korban Mariana mencari ayamnya yang masuk di pekarangan rumah pelaku.
Saat masuk di dalam pekarangan, Mariana bertemu ibu pelaku yang bernama Niba Dg Lino. Kemudian terjadi adu mulut.
Tak lama kemudian datanglah pelaku Jumalang, yang melihat ibunya beradu mulut dengan korban. Jumalang yang tersulut emosi, tiba-tiba langsung menghujamkan tikaman ke arah korban.
Akhirnya korban pun jatuh bersimbah darah. Melihat Mariana ditikam, anak laki-laki korban bernama Rian yang kebetulan baru pulang dari sekolah, mencoba menolong ibunya yang dalam keadaan terluka.
“Pelaku juga menikam anak korban. Setelah itu pelaku melarikan diri,” ujar Dicky.
Jenazah Mariana kemudian dibawa oleh warga ke rumah kerabatnya. Sedangkan Rian dilarikan ke Puskesmas Aeng Toa. Tapi karena puskesmas tidak memilik peralatan, Rian pun harus dirujuk ke RS Wahidin, Makassar. (ish-mat/rus)

Exit mobile version