MAROS, BKM — Olimpiade Sains Nasional (OSN) adalah ajang berkompetisi dalam bidang sains bagi para siswa pada jenjang SMP se-Kabupaten Maros. Kegiatan ini digelar selama sehari di SMPN Unggulan Maros. Siswa yang mengikuti OSN adalah siswa yang telah lolos seleksi tingkat sekolah masing-masing untuk mengikuti seleksi ditingkat Kabupaten Maros.
Hasil pelaksanaan OSN ini didasarkan pada kesuksesan setiap sekolah mendidik para siswanya. Hingga hasil OSN yang diumumkan panitia dari Dinas Pendidikan Kabupaten Maros cukup mangejutkan. Karena SMPN 2 Unggulan Maros yang memiliki fasilitas lengkap, ternyata dibabak belur dari siswa siswa dari luar kota Maros.
Bahkan, sekolah swasta yang paling banyak meraih prestasi yang sangat menggembirkan. Sekolah yang masing-masing menjadi juara OSN, untuk mata pelajaran IPS, juara satu SMP Angkasa Mandai, juara dua SMPN 6 Moncongloe, dan juara tiga MTSN 2 Maros.
Sedangkan juara OSN mata pelajaran Matematika, juara satu MTSN 1 Maros, juara dua SMP IT Istiqamah Maccopa, juara tiga SMP IT Yahbon Camba, dan juara OSN mata pelajaran IPA masing-masing MTS Nahdatul Ulung, SMPN 1 Maros juara dua dan SMP Angkasa Mandai juara tiga.
”Hasil OSN tahun 2019 ini merupakan pukulan telak terhadap SMPN 2 Unggulan yang selama ini terus dibanggakan,” ujar Andi Patoroi, Ketua Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Maros.
Dikatakan Andi Patiroi, OSN diadakan sekali dalam satu tahun di kota Maros. Ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian seleksi untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia yang akan dibimbing lebih lanjut oleh tim bidang kompetisi masing-masing dan akan diikutsertakan pada olimpiade-olimpiade tingkat internasional.
”Disini akan dilihat prestasi guru dalam mendidik anak-anaknya untuk menjadi terbaik dan diharapkan mereka akan membawa nama baik Maros dan Sulsel,” harap Andi Patiroi.
Sementara itu, Pengawas SMPN 2 Unggulan, Yasin Limpo yang dihubungi wartawan mengatakan, pengumuman hasil OSN tingkat SMP untuk tahun 2019 ini menjadi pembelajaran berharga bagi sekolah binaannya.
Melemahnya hasil prestasi siswa unggulan maros perlu disikapi secara serius. Karena gelar sekolah unggulan yang selama ini melekat pada SMPN 2 Maros ini harus menjadi terbaik dari sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Maros.
”Kami sebagai pengawas merasa prihatin sekolah binaan kami sama sekali tidak masuk daftar terbaik pada ajang seleksi bergengsi yang baru diumumkan,” sesal Yasin Limpo.
Ditambahkan Yasin Limpo, terpuruknya hasil OSN selama dua tahun SMPN 2 Unggulan Maros menjadi tanda tanya besar sistem proses pembelajaran di sekolah tersebut.
Saat ini, guru, kepala sekolah, dan orangtua harus bersinergi memacu ketinggalan yang cukup memprihatinkan terhadap SMPN Unggulan. Hasil OSN yang selama ini menjadi kebanggaan para siswa sudah tidak ada lagi yang bisa dibanggakan.
Karena siswa siswi yang meraih prestasi terbaik adalah sekolah yang ada di luar kota Maros. ”Juara OSN rata-rata dari sekolah swasta yang beralamat di luar Maros,” kata Yasin Limpo.
Kegagalan SMPN 2 Unggulan Maros meraih prestasi juara OSN selama dua tahun terakhir ini perlu menjadi perhatian seluruh warga sekolah SMP Unggulan. Karena label unggulan yang disandang dari luar perlu dipertahankan, guru dan kepala sekolah harus bekerja ekstra mengejar ketinggalan.
”Seluruh warga sekolah harus bekerja ekstra agar OSN tahun depan SMPN 2 Unggulan bisa menjadi terbaik dari seluruh sekolah yang ada di Maros,” tutup Yasin Limpo. (ari/mir/c)