MAKASSAR, BKM– Berwajah oreintal dengan bakat seni yang mumpuni yang dimiliki Tajriani Thalib menjadikan dirinya sebagai salah satu perempuan volunter alat musik tradisional kecapi. Di tengah maraknya alat musik modern saat ini, tidak melunturkan semangatnya menekuni alat musik tradisional daerahnya.
Segudang prestasi dan penghargaan yang didapatkannya ketika bakat seni kecapi dan olah vokalnya sebagai penyanyi pada kelompok panduan suara di almamater Universitas Negeri Makassar membawahnya disejumlah beberapa manca daerah hingga negara.
“Sekarang sangat sedikit perempuan yang mau menggeluti alat musik tradisional. Bahkan banyak teman saya heran ketika saya ambil jurusan psikolog, terus saya memilih menjadi pengiat seni. Tapi seni menurutku itu, saya mendapat jiwa dan pribadi saya dan jujur ketika saya bernyanyi tapi tidak ada musik kecapi ini saya rasa ada yang kurang, makanya saya coba belajar,”ungkapnya, senin (25/3).
seni tradisi juga membuatnya diganjar beberapa penghargaan seperti tahun 2016 Conseil International des Organisations de Fetival de Folklore (CIOFF) et d’Arts Traditionnels Indonesia Section : Liaison Officer of South Korea Group in Polewali Mandar International Folk and Art Festival (PIFAF) dan terbaru ia baru saja pulang dari Thailand sebagai duta pariwisata Sulbar mementaskan kesenian tradisional Pakkacaping Tobaine dalam acara Wonderful Indonesia Festival.
“Saat ini, saya sedang mengusahakan dua project pelestarian alat musik ini, agar peminatnya banyak dan ada penerus, saya sungguh bersyukur berjumpa dengan teman-teman yang mau bekerja bersama demi pelestarian ini dan saya juga sungguh berdoa agar project ini bisa terealisasi,”tuturnya. (ita)
Volunter Alat Musik Kecapi
