Site icon Berita Kota Makassar

Wadah untuk Hindari Para Pemain Saling Sikut

NAMA komunitas ini cukup unik, The Keys Celebes. Namun bukan berarti wadah bagi para tukang kunci. Keys di sini lebih berhubungan pada kunci nada. Karena memang, mereka yang tergabung adalah para keyboardist yang mahir memainkan alat musik keyboard.

Laporan: RAHMA AMRI

The Keys Celebes hadir merangkum seluruh penggiat seni keyboard disk atau yang populer di kalangan masyarakat, khususnya daerah dengan sebutan pemain elektone.
Walaupun ada embel-embel Celebes di belakang nama komunitas ini, namun anggotanya tidak terbatas pada keyboardist yang ada di Sulawesi. Ada juga di Kalimantan, dan beberapa daerah lain di luar Sulawesi. Jumlah anggotanya cukup banyak, sekitar 500 orang. Terdiri dari perwakilan 18 daerah kabupaten dan kota di Sulsel. Termasuk beberapa musisi Sulsel perantauan dari daerah lain seperti Balikpapan, Tarakan, hingga Bali dan Lombok turut berbaur.
Kenapa komunitas ini hadir dan merangkul para pemain keyboard?
Menurut Ketua Umum The Keys Celebes, Ady Gondrong, salah satu tujuannya agar ada wadah yang digunakan untuk bisa bersilaturrahmi antarpemain keyboard. Setiap ada waktu luang, mereka berkumpul membicarakan berbagai topik, khususnya soal profesi yang mereka lakoni.
Selain itu, kata Ady, tujuan lain dari kehadiran wadah ini adalah untuk menghindari dan meminimalisir sikap saling sikut atau rebutan ‘job’ sesama pemain keyboard. Dan jika ada persoalan yang timbul diantara sesama pemain, itu bisa diselesaikan secara baik-baik dan kekeluargaan dalam wadah The Keys.
“Sebenarnya, dari tahun 80-an sudah bermunculan pemain keyboard. Kadang mereka saling sikut dalam memperebutkan job. Nah yang begini lah kita berusaha untuk selesaikan di The Keys Celebes,” kata Ady Gondrong.
Sebenarnya, para pemain keyboard ini sudah sering ngumpul-ngumpul bareng. Namun baru sebatas pertemuan biasa tanpa ada wadah yang menaungi.
Agar bisa lebih eksis sebagai bentuk keseriusan, maka dibentuklah The Keys Celebes yang baru saja diresmikan pada Minggu (24/3) pekan lalu.
Tidak tanggung-tanggung, mereka merangkul Ketua Tim Penggerak PKK sebagai Dewan Pembina.
Ady menuturkan, cukup banyak agenda yang dilakukan selama ini. Diantaranya buka puasa bersama untuk lebih mempererat persaudaraan. Selain itu, The Keys tidak hanya wadah untuk keyboardist semakin mematangkan profesi. Wadah ini juga bisa menjadi kawah candradimuka bagi para personal yang ingin lebih eksis di dunia tarik suara. Karena tidak dapat dinafikan, jika pemain elektone selalu berdampingan dengan vokalis saat manggung. Beberapa dari mereka yang dianggap punya talenta menjanjikan akan diberi ruang untuk mengembangkan bakat. Diantaranya Puput dari Bulukumba dan Alief dari Samarinda yang lolos ke Liga Dangdut Indonesia Dua.
Banyak harapan dan program kerja yang akan dilaksanakan ke depan untuk membuat komunitas ini lebih eksis dan aktif. (*)

Exit mobile version