MAKASSAR, BKM — Enam komplotan pelaku kejahatan jalanan alias begal digulung Tim gabungan Resimen Mobile (Resmob) Polsek Panakkukang, diback up Tim Khusus Polda Sulsel. Satu dari mereka adalah perempuan. Penangkapan di lokasi berbeda ini dipimpin Aiptu Iqbal Kosman.
Dari hasil pendataan, enam orang itu adalah Wandi (23), warga Jalan Paropo 2. Indra Wahyudi alias Geng, berdomisili di Jalan Alla-alla Tello. Herawan alias Wawan (21), beralamat di Jalan AP Petta Rani 3.
Japinomora alias Capung (18), warga Jalan Campagayya. Muhammad Fadli alias Limpo (17), warga Jalan Pampang 2. Supriadi alias Doyo (23), beralamat di Jalan Saripa Raya. Dia bertindak selaku penadah barang curian. Sementara yang perempuang bernam Indah (17), berdomisili di Jalan Sepe’, Panaikang.
Dari penangkapan ini, petugas kepolisian menyita sejumlah barang bukti berupa. Di antaranya satu unit gawai merek Samsung warna hitam, dan satu tas warna merah.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, tujuh komplotan begal ini memiliki catatan kepolisian di Polsek Panakkukang. Dalam laporan ke polisi, disampaikan bahwa telah terjadi pencurian dengan kekerasan di Kampung Rama Jalan Dirgantara, Panaikang.
”Korban seorang pengendara motor. Saat tengah melintas, dia langsung dicegat dan dianiaya. HP miliknya dibawa kabur oleh komplotan pelaku,” jelas Kombes Dicky yang dikonfirmasi, Kamis (28/3).
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti. Tim gabungan Resmob Polsek Panakkukang, diback up Timsus Polda Sulsel turun ke lokasi. Olah TKP dilakukan, dilanjutkan dengan penyelidikan.
Hasilnya, diperoleh informasi bahwa pelaku berjumlah enam orang. Tim langsung menyebar. Salah seorang pelaku diketahui tengah bersembunyi di wilah Paropo. Dari situlah salah seorang pelaku teridentifikasi.
Pengepungan di sebuah rumah dilakukan pada Rabu (27/3) sekitar pukul 04.00 Wita. Pintu rumah digedor. Dari dalam terdengar suara gaduh dari atap rumah. Kuat dugaan jika suara itu adalah pelaku yang mencoba melarikan diri.
Namun, lokasi telah lebih dulu diblokade. Tidak lama terdengar suara sesuatu jatuh. Petugas pun menghampirinya. Didapati seorang lelaki dengan wajah meringis.
Berdasarkan ciri-ciri yang sudah dikantongi, polisi langsung meringkusnya. Namanya Wandi. Selanjutnya ia digiring ke posko Resmob Polsek Panakkukang untuk menjalani pemeriksaan awal.
Menurut penuturan Wandi, selain melakukan aksi begal di Jalan Dirgantara, ia juga menyebutkan keterlibatan rekannya yang turut bersamanya saat kejadian berlangsung.
Dari ‘nyayian’ Wandi, satu persatu rekannya diringkus di lokasi berbeda. Komplotan ini melakukan begal dengan cara menahan motor korban dan pelaku. Setelah itu beramai ramai mengeroyok korban, lalu mengambil tas berisi gawai mere Samsung dan surat-surat penting.
Kemudian gawai korban dijual ke seorang penadaha bernama Supriadi alias Doyo seharga Rp500 ribu. Sementara surat-surat penting milik korban dibuang di pinggir kanal. (ish/rus)
Enam Begal Digulung, Satu Orang Wanita
