TOPOYO, BKM — Bupati Mamuju Tengah (Mateng), H Aras Tammauni merasa senang dan bangga dengan pengembangan tanaman kelapa sawit di wilayahnya. Karena komoditas kelapa sawit ini telah memberi tambahan besar pada pendapatan masyarakat.
Juga, telah turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat di desa yang menjadi lokasi penanaman kelapa sawit. ”Perkebunan kelapa sawit di Mamuju Tengah sangat berperan dalam memajukan perekonomian dan mampu meningkatkan kesejahteraan terhadap status ekonomi masyarakat kami di Kabupaten Mamuju Tengah ini,” kata Aras Tammauni, kepada BKM, akhir pekan lalu.
Apalagi, kata Aras, kelapa sawit ini telah menjadi tanaman unggulan di tengah masyarakat. Bahkan, ini telah menjadi ikon bagi Kabupaten Mateng. Karena kelapa sawit ini sangat jauh perbandingannya dengan jenis tanaman lainnya.
Karena tanaman kelapa sawit tidak terlalu banyak masalahnya, juga tidak rewel. Bahkan, masalah hama boleh dikata tidak ada yang mengganggunya. Sehingga masyarakat tidak terlalu dibebani dengan pemeliharaannya. Sehingga tanaman kelapa sawit ini sangat digandrungi masyarakat Mateng.
Aras yang juga tokoh masyarakat di Kabupaten Mateng, mengapresiasi kehadiran PT Astra Argi Lestari Tbk yang mengenalkan tanaman kelapa sawit kepada masyarakat Mateng. Sehingga tanaman kelapa sawit ini telah memberi peran kedaulatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Mateng.
”Keberadaan perusahaan PT Astra Argo Lestari Tbk dalam mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Mateng, telah menggerakkan perputaran uang sekitar Rp80 miliar setiap bulannya. Dan ini tentu sangat membantu kami dalam menggenjot pembangunan di daerah kami yang termasuk kabupaten baru dimekarkan,” aku Aras.
Melihat besarnya peranan PT Astra Agro Lestari Tbk di Kabupaten Mateng, Aras mengemukakan, Pemkab Mateng akan tetap memberi dukungan penuh. Karena perannya sehingga daerah ini maju dan tumbuh pesat dalam perekonomian maupun sektor pembangunannya.
”Untuk itu, seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Mateng ini agar ikut menjaga aset yang ada milik PT Astra Agro Lestari. Karena perusahaan ini telah memberi peran dan andil kepada masyarakat di Mamuju Tengah. Jadi harus dibangun kebersamaan antara masyarakat petani sawit dengan pihak perusahaan terus digalakkan. Sehingga mampu memberikan dampak sangat positif terhadap keberlangsungan sektor tanaman sawit di Mamuju Tengah,” ujarnya.
Bupati Aras Tammauni mengemukakan, PT Astra Agro dalam mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Mateng, telah menjalin kerjasama secara baik dengan masyarakat petani sawit. Karena telah memberi andil dan mengubah pola kehidupan masyarakat dalam tingkat kesejahteraan serta perekonomian masyarakat Mateng.
”Kalau kami memang tak mau melihat rakyatku yang tidak sejahtera, kami tidak mau mementingkan diri sendiri. Jadi kalau ada pemerintah yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan mau cepat kaya, maka dia akan memasukkan investor ke daerahnya dengan kerjasama dan memberi peluang buka sektor pertambangan. Maka pasti cepat kaya. Tapi yang kaya itu hanya pejabatnya dan rakyatnya tidak akan maju dan mengarah pada kemiskinan. Kami Pemkab Mateng tetap berkomitmen untuk mengedepankan kesejahteraan masyarakat kami. Karena kalau masyarakat sejahtera dan ekonominya membaik, juga akan memberi peran pada kemajuan daerah kami, baik pada peningkatan kualitas SDM maupun kemajuan pembangunan daerah kami,” kata Aras Tammauni.
Tetap Utamakan Kerjasama
PUBLIC Relation PT Astra Argo Lestari Tbk, Mochamad Husni, menyampaikan, peran dan kerjasama yang dilakukan antara pihak perusahaan dengan pemerintah daerah tetap dikedepankan.
”Selain kami bangun komitmen kerjasama antara pemerintah daerah, yakni Kabupaten Mamuju Tengah, juga komitmen perusahaan kami tetap mengedepankan kerjasama dengan masyarakat Mamuju Tengah. Khususnya masyarakat petani kelapa sawit,” ujar Husni.
Ditambahkan, kerjasama seperti ini tidak hanya dilakukan di Kabupaten Mateng, tapi juga di daerah lainnya. Seperti di Kabupaten Pasangkayu (Kabupaten Mamuju Utara). Maka tidak heran jika perusahaan PT Astra Agro telah memberi dampak positif dalam kemajuan pembangunan di dua daerah ini.
”Selain berdampak pada kemajuan daerah, juga keberadaan perusahaan kami telah memberi dampak dalam memajukan perekonomian masyarakat dan daerah,” katanya.
Berbicara tentang kelapa sawit di dunia saat ini, kata Husni, hanya ada dua negara penghasil sawit terbesar. Di antaranya Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia sendiri, termasuk di dalamnya Kabupaten Mamuju Tengah dan Kabupaten Pasangkayu. ”Kami tentu berharap kepada masyarakat petani kelapa sawit di Provinsi Sulbar agar senantiasa menjaga kualitas buah. Bahkan jika perlu lebih ditingkatkan lagi,”’ ujarnya.
Hal senada disampaikan Teguh M Ali, Community Development Area Manager Area Celebes 1 Group Astra Agro. Tantangan ke depan terhadap petani sawit yang ada di areal Kabupaten Mamuju Tengah dan Kabupaten Pasangkayu, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang bagaimana menjaga kualitas buah kelapa sawit ini dan juga pada produktivitasnya. (ala/mir/c)
