MAKASSAR, BKM–Calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Sulsel Andi Arham Basmin Mattayang mengaku tidak ingin membawa bawa nama ayahnya jika bersosialisasi ditengah masyarakat Kota Makassar. Arham beralasan karena dirinya telah memiliki banyak kiat untuk melakukan sosialisasi di daerah pemilihan (Dapil) Sulsel 1 atau Makassar A.
Bahkan Caleg yang maju lewat Partai Nasdem ini bisa menyiapkan waktunya untuk menemui warga minimal 10 hingga 20 kelurahan dalam sehari.
Meski diakui di dapil tersebut persaingan sangat ketat, namun Andi Arham yang menyukai tantangan mengaku senang bersaing secara sehat.
Pada acara dialog politik ‘Menakar Peluang Cakeg Muda di Sulsel’ bertempat di warkop Dottoro Topaz Panakkukang, Minggu (31/3), Arham menegaskan bila dirinya sengaja maju di Makassar ketimbang di Dapil 11 meliputi Luwu Raya dimana ayahnya menjadi Bupati Luwu.
“Kalau saya mau, kenapa saya tidak menjadi caleg di Dapil Luwu Raya”jelasnya.
Menurutnya, generasi muda harus mencari tantangan baru. “Dan Makassar punya tantangan yang luar biasa. Selama saya jalan tiga bulan memang tantangannya luar biasa” ujar Arham optimis.
Dalam beberapa kunjungan di kelurahan, Arham mengakui ada banyak tawaran atau permintaan program dari tim maupun relawan, namun diapresiasi sepanjang tidak melanggar regulasi yang ada.
Dosen politik Unibos Dr Arief Wicaksono menilai jika perilaku masyarakat bisa membuat caleg tak menentu. Untuk itu, perilaku masyarakat perlu ikut dirubah.
Sementara itu, dosen politik dari UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad mengemukakan bila saat ini trand politik era milenial itu sangat menentukan.
Olehnya itu, Caleg muda sangat diperhitungkan di Pileg nanti. “Caleg orang tua sekalipun cukup beradaptasi dengan kaum milenial”pungkas Firdaus. (rif)
Arham Tak Ingin Bawa Nama Ayahnya
