Site icon Berita Kota Makassar

Petta Puang Ingin Menjadi “Wali Kota”

MAKASSAR, BKM–Setelah sebelumnya telah mengadakan workshop, membuat baju dan menjualnya, hingga mendirikan kedai kopi sendiri, Petta Puang menunjukkan keseriusannya mau menjadi “wali kota” setelah membuat teater “Petta Puang Tidak Lucu Lagi”.
Bahkan sosialisasinya akan terus dilakukan hingga 2020 nanti.
Petta Puang Tidak Lucu Lagi adalah teater yang disutradarai oleh Bahar Merdu. Ditampilkan pada Minggu (31/3) di Gedung Kesenian Societeit de Harmonie.
Dengan mengangkat isu-isu yang lagi ramai dengan banyak momen politik, teater ini mengangkat cerita yang sederhana. Begitu dikatakan Bahar.
Diceritakan, Petta Puang sebagai tokoh utama tiba-tiba tidak mau bicara. Selama empat hari empat malam hanya duduk saja. Hal itu diikuti oleh para pengawalnya.
Hal ini membuat orang bertanya-tanya. Sehingga orang-orang mulai ramai berkumpul di rumah Petta Puang. Karena banyaknya orang yang berkumpul, dimanfaatkanlah oleh para pedagang untuk menjual di halaman rumahnya, hingga tampak seperti pasar.
Tiba-tiba ada orang bisu datang. Dengan bahasa isyaratnya, orang bisu itu memberi asumsi bahwa Petta Puang seperti yang dijelaskannya melalui isyarat. Kemudian orang-orang disekelilingnya menanggapi berbeda-beda.
“Ada yang menanggapi soal elektabilitas, dia anggap jagoannya kalah. Ada juga yang bilang Petta Puang jengkel karena banyaknya spanduk di kota ini. Lama-lama mereka jadi tak mempermasalahkan dan akhirnya perang hoax,” jelas Bahar.
Karena jengah dengan banyaknya orang, akhirnya Petta Puang bicara. Ia pun menyampaikan sesuatu karena mendengar isu-isu bahwa Petta Puang tidak lucu lagi.
Gelaran sosialisasi Petta Puang Mau Jadi Wali Kota ini pun ditambahkan Bahar akan terus berlangsung dengan berbagai kegiatan berbeda.
“Selanjutnya mungkin kita akan blusukan pentas ke pasar-pasar, atau sebagainya. Sekarang istilahnya lagi sosialisasi dimana Petta Puang Mau Jadi Wali Kota. Ini akan terus berlanjut sampai 2020 nanti,” ucap Bahar.
Panitia Petta Puang Mau Jadi Wali Kota, Djamal April Kalam mengatakan, rangkaian untuk kali ini telah dilaksanakan pada Jumat (29/3) lalu. Hingga akan berakhir pada Selasa (2/4) mendatang.
Pada 29 Maret lalu telah dipentaskan Makassar Performance Art, antara lain ada tari, musik, dan lawakan. Pada 30 Maret ada pertunjukan musik. Sementara pada 31 Maret hingga 1 April akan ditampilkan teater Kebebasan Abadi, monolog, dan teater Petta Puang Tidak Lucu Lagi.
Sementara di hari terakhir pada 2 April mendatang, akan ditampilkan teater Petta Puang Tidak Lucu Lagi dan diskusi teater.
“Kami memang menyasar mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum. Kami berharap ini berjalan sukses dan bisa dilihat oleh pemerintah. Dengan ini kami juga sekaligus berharap ada bantuan dari pemerintah untuk menghidupkan lagi kesenian ini,” tutup Djamal.(nug/war/c)

Exit mobile version