KEPALA Desa Marta Sari, I Wayang Susana, mengungkapkan, sejak masyarakat di wilayahnya mulai eksis menanam kelapa sawit ditahun 2010, mulai memperlihatkan perubahan besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
”Tanaman kelapa sawit ini telah mampu menopang kehidupan masyarakat kami di Desa Marta Sari, Kecamatan Pedonda, Kabupaten Pasangkayu,” kata I Wayang Susana yang sudah dua periode menjabat kepala desa di Desa Marta Sari.
Dikatakan, awal program tanaman kelapa sawit ini diperkenalkan pihak perusahaan PT AStra Agro Lestari Tbk yang saat itu dengan nama program IGA. Program inilah yang diperkenalkan kepada masyarakat petani sawit.
Program ini juga dibarengi dengan bentuk penyuluhan kepada masyarakat petani sawit dalam mengembangkan tata cara penanaman kelapa sawit. Sehingga memiliki kualitas terhadap tanaman tersebut. Dengan demikian, hasil buahnya juga berkualitas.
”Dengan adanya program tersebut, masyarakat petani sawit di Desa Marta Sari ini telah merasakan dampaknya yang sangat besar terhadap perekonomian mereka.” katanya.
Di Desa Marta Sari ini telah dihuni 250 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 4.000 jiwa lebih. ”Sekitar 90 persen dari warga kami menggantungkan hidupnya dari menanam kelapa sawit. Untuk itu, kami terus memberi semangat kepada warga kami untuk senantiasa membangun semangat kebersamaan dalam membangun dan mewujudkan terhadap pengembangan dan peningkatan kualitas pada hasil buah sawit. Sehingga pendapatan juga meningkat ketika tanaman ini terus kita jaga dan merawatnya. Soalnya, kalau berbicara ketahanan, maka tanaman kelapa sawit inilah yang paling tahan dari segala macam masalah hama. Sehingga tidak memberatkan dari segi pemeliharaannya dan memiliki umur panjang,” jelas I Wayang Susana. (ala/mir/c)
Beri Perubahan Besar pada Pertumbuhan Ekonomi
