MAKASSAR, BKM — Seorang remaja diamankan tim Resmob Polda Sulsel. Nur Ikrar yang masih berusia 18 tahun dibekuk di Jalan Inspeksi Kanal Andi Tonro, Selasa (2/4). Dia dibekuk polisi karena terlibat kasus pencurian disertai kekerasan (curas).
Dari hasil pemeriksaan, ia mengaku melakukan jambret dengan cara meramas gawai korban. Ternyata, yang jadi korbannya adalah putri komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel Riswansyah Muchsin.
Karmila, ibu korban jambret, mengapresiasi kerja-kerja aparat kepolisian yang cukup cepat bisa menangkap pelaku yang membawa lari satu unit ponsel milik putrinya.
“Saya ditelepon tanggal 2 April oleh orang Polda Sulsel jika pelakunya sudah diamankan di polrestabes setelah penyerahan dari polda. Selanjutnya dibawa ke Polsek Tamalate,” kata wanita yang berprofesi sebagai penyiar di salah satu radio swasta di Makassar ini, kemarin.
Dia menuturkan, laporan yang diperoleh, satu pelaku diamankan atas nama Nur Ikrar. Sementara satu lainnya atas nama Sabda masih berstatus DPO.
“Saya ucapkan banyak terima kasih dan mengapresiasi aparat kepolisian yang dengan sigap sudah mengamankan pelaku. Terutama anggotanya Pak Edy Sabhara, yakni Ipda Sunardi dan Pak Yudi. Tidak sampai setengah bulan penjambretnya sudah dibekuk,” ungkap wanita yang akrab disapa Mila itu.
Menurutnya, barang bukti disita berupa motor yang digunakan menjambret. Gawai yang dijambretnya belum sempat dijual. Sweater merah yang digunakan menjambret saat ini diamankan di Polsek Tamalate.
Saat ini, korban masih dalam proses pendampingan akibat trauma yang dirasakan.Menurut Mila, hingga anaknya yang berusia 10 tahun itu masih takut jalan sendiri. Apalagi di tempat keramaian yang banyak kendaraan.
“Sekarang masih pendampingan terus. Masih dalam perhatian khusus. Kalau ponselnya yang dijambret kan bisaji dicari. Masalahnya, sang anak trauma,” kata Mila.
Dia menambahkan, peristiwa penjambretan terjadi sekitar 50 meter dari rumah kakek korban pada 21 Maret lalu. Saat kejadian, korban rencananya akan ke kantor ibunya yang akan memesankan angkutan daring.
Saat menelpon sang ibu, jambret yang mengendari motor merampas ponsel korban. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Tamalate.
“Lorong di situ tidak pernah ada kasus begitu. Itu yang mendasari saya untuk melapor. Kita butuh rasa aman di lingkungan sendiri,” tandas Mila. (ish-rhm/rus)
Penjambret Putri Komisioner KPID Sulsel Dibekuk
