MAKASSAR, BKM — Persaingan di kontestasi pemilu legislatif (pileg) pada 17 April mendatang semakin ketat. Para calon legislatif (caleg) DPRD Kota Makassar berlomba-lomba untuk bersosialisasi guna meraih dukungan calon pemilih, yang tersebar di lima daerah pemilihan (dapil).
Hingga menjelang pemilihan, sudah ada gambaran caleg yang memiliki elektoral personal atau tingkat keterpilihan pribadi, sehingga memiliki peluang untuk duduk sebagai anggota DPRD kota Makassar periode 2019-2024.
Bocoran survei dari sejumlah lembaga memberikan gambaran caleg yang berpeluang lolos menjadi wakil rakyat di Kota Makassar ada sekitar 113 orang. Namun yang ditampilkan hanya 50 nama.
Meski simulasi ini memiliki dasar dari hasil survei lembaga, namun caleg yang ada di peringkat kedua dan ketiga tetap memiliki peluang yang sama dengan caleg yang diunggulkan di papan atas.
Dari berbagai sumber, koran ini merilis ada 50 caleg yang berpeluang meraih suara tertinggi di lima dapil yang tersebar di 15 kecamatan.
Empat partai politik bersaing ketat untuk meraih lima hingga sembilan kursi di DPRD Makassar. Yakni Nasdem, Gerindra, Golkar, dan Demokrat.
Ketua DPC Demokrat Sulsel Adi Rasyid Ali sangat optimistis bila partainya kembali mengulang sejarah dengan mengalahkan suara Golkar.
Ketua DPD II Golkar Makasser Farouk M Betta mengaku bila hal wajar jika partai lain punya keinginan meraih puncak, tapi Golkar tetap punya hati di masyarakat Sulsel, khususnya di Makassar.
Direktur lembaga survei Strategi Politik Indonesia (SPI) Aji Andika, memberikan gambaran bila Partai Amanat Nasional (PAN) akan meraih kursi di setiap dapil yang ada. Khusus dapil Makassar 3, PAN berpeluang meraih dua kursi. Karena semua caleg berlomba untuk meraih suara dan dukungan.
“Dengan melihat hasil survei ini, kami berkeyakinan yang menduduki kursi PAN yakni nomor urut 4, yakni Muhammad Whiliadi Mansyur yang mempunyai angka disukai 17,9 persen,” ujar Aji Andika.
Lembaga survei SPI menggunakan metodologi wawancara tatap muka. “Metode survei yang kami lakukan wawancara tatap muka dengan kuisioner. Tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin error 2,9 persen,” ujar Aji Andika. (rif)