Site icon Berita Kota Makassar

”Saya Hanya Ingin Bertahan Hidup”

SEORANG lelaki tua yang dijumpai di kawasan Jalan Borong Raya, Kecamatan Manggala mengaku sudah 20 tahun mencari uang dengan cara mengemis. Itu dilakukan pria dari luar Makassar ini dengan alasan sekadar untuk bisa bertahan hidup.
“Razia sudah pernah dapat, tapi dibebaskan. Saya seperti ini (mengemis) karena butuh uang untuk makan. Tubuh saya cacat. Tangan tidak ada. Kaki juga tidak ada. Kalau tidak seperti ini, saya mau makan apa,” ujarnya dengan nada memelas.
Sekarang ini, menurut Haris, beragam bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah pusat. Namun yang baru diperolehnya adalah Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sementara bantuan lainnya belum sama sekali dinikmatinya. Baik bentuk uang maupun sembako.
“Saya tinggal di Jalan Perintis Kemerdekaan Kk 10. Di sana saya tinggal di asrama khusus orang cacat. Jujur saya bilang, sampai sekarang belum dapat bantuan apapun selain KIS. Itupun KIS saya ambil dari Bone, daerah asal saya,” akunya.
Menjadi pengemis dengan mengharap belas kasih orang-orang, diakui Haris bukanlah impiannya. Hanya saja, nasib kurang beruntung ini berpihak kepadanya. Agar tetap bisa hidup, inilah yang dilakukan mencari uang dengan duduk di atas kursi roda kayu.
“Saya sendiri yang mau jadi pengemis. Tidak ada yang suruh atau minta. Karena yang mau nimati hasilnya kan saya sendiri. Istri, apalagi anak, saya tidak punya,” tuturnya.
Apa yang dialami Haris juga dirasakan Sembo. Warga asal Jeneponto ini mengaku pilihannya mencari kardus bekas, botol plastik, atau barang-barang bekas jenis lainnya, dilakukan tiada lain untuk mendapatkan uang dan membeli beras. Cara ini dinilai jauh lebih baik daripada mengemis atau minta-minta.
“Saya bersyukur karena saya tidak pernah ditertibkan Satpol PP atau dari pemerintah. Saya ini kan cuma cari barang bekas. Tidak minta-minta. Saya seperti ini juga karena mau cari uang. Tidak ada bantuan apapun saya dapat. Semuanya dibayar,” cetusnya. (arf/rus)

Exit mobile version