MAKASSAR, BKM–Seluruh Sekolah Dasar (SD) baik negeri maupun swasta melaksanakan ujian akhir sekolah (UAS) yang dimulai pada Senin (8/4). Sebanyak 25.500 siswa SD se-Kota Makassar menjalani UAS yang akan berlangsung selama tiga hari ini.
Kepala Dinas Pemdidikan Kota Makassar, Abdul Rahman Bando mengatakan, pelaksanaan ujian kemarin terpantau lancar. Kondisi tersebut dikatakannya, tidak lepas dari perencanaan yang matang dari Dinas Pendidikan.
“Termasuk rancangan kita melakukan pengawasan dengan sistem silang murni dimana guru dilarang melakukan pengawasan di sekolahnya,” kata Rahman.
Sistem pengawasan yang dilakukan pada UAS tahun ini menggunakan sistem silang. Artinya, guru yang melakukan pengawasan ujian diambil dari sekolah lain. Hal ini yang membedakan pelaksanaannya dibanding tahun sebelumnya.
“Jadi tidak ada lagi potensi kecurangan dalam mengerjakan soal ujian. Di sini kemampuan anak didik kita betul-betul diuji,” kata Rahman.
Berdasarkan pantauan pada hari pertama yang dilakukan pihak Sinas Pendidikan, ujian di beberapa sekolah berjalan lancar dan nyaris tanpa kendala. Seperti di SD Pongtiku I dan II, SDN Bawakaraeng I, II dan III serta SD Inpres Bawakaraeng.
“Alhamdulillah pantauan kami lancar, kita lakukan pengawas dari sekolah yang berbeda, artinya tidak ada celah untuk melakukan kecurangan,” ucap Rahman.
Sementara untuk siswa yang berada di kepulauan, Rahman mengaku hanya mengikutkan tiga sekolah untuk melaksanakan ujian di daratan Makassar. Yakni SD Pulau Langkai, SD Pulau Lumu-Lumu, dan SD Pulau Lae-lae.
Sementara SD di Kepulauan Kodingareng dan Barrang Lompo dikatakannya memilih melaksanakan ujian akhir sekolah secara mandiri.
“Mengenai soal ujiannya, materinya disusun oleh Disdik. Jumlah siswa yang mengikuti UAS kita maksimalkan 20 siswa saja dan jarak meja diatur, ini upaya kami untuk melatih kemandirian siswa dalam menjawab soal, jadi tidak ada lagi siswa yang saling contek,” jelas Rahman.(nug/war/c)
UAS SD Gunakan Sistem Silang
