Site icon Berita Kota Makassar

NA Libatkan Danny Seleksi Pj Wali Kota

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah berencana membuka seleksi terbatas untuk pejabat eselon IIA yang berminat menjadi penjabat (pj) wali kota Makassar.
Ide itu dilontarkan di sela-sela menghadiri penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) pemkab/pemkot se-Sulsel dengan Bank Sulselbar dan Badan Ketahanan Nasional di Hotel Four Point by Sheraton, Selasa (9/4).
Seperti diketahui, masa jabatan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto akan berakhir 8 Mei mendatang. Namun, hingga saat ini Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah belum mengusulkan nama calon penjabat wali kota.
“Jadi, mereka yang berminat diminta melakukan presentasi terkait konsep selama menjadi penjabat wali kota. Belum terpikirkan (soal nama). Nantilah. Kita ada presentasi dulu. Kita mau lihat dan dengar siapa-siapa yang berminat mau jadi penjabat wali kota,” terang Nurdin.
Seleksi untuk menjaring calon penjabat wali kota yang dilakukan oleh NA ini akan melibatkan beberapa pihak. Salah satunya, Wali Kota Makassar saat ini Danny Pomanto dan beberapa tokoh masyarakat Makassar.
“Tidak serta merta diusul. Karena hanya satu nama yang nantinya diusul. Bukan tiga nama. Harus ada konsep. Mau melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh Pak Wali Kota. Jangan mengobok-obok,” jelasnya.
Sesuai aturan, gubernur Sulsel harus mengirimkan maksimal tiga nama calon penjabat wali kota ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Nantinya, satu nama akan ditetapkan sebagai penjabat wali kota yang akan bertugas selama 17 bulan.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto berharap penjabat nantinya bisa melanjutkan pembangunan. “Yang jelas, jangan biarkan Makassar mundur lagi,” harapnya.
Terkait nama yang cocok menggantikan dirinya, Danny menyerahkan sepenuhnya ke gubernur. Sejauh ini ada beberapa nama yang menguat. Di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo, dan Kepala BPKD Andi Arwien Azis. (rhm/rus)

Exit mobile version