UNIVERSITAS Negeri Makassar (UNM) kembali menambah jumlah guru besarnya, dengan mengukuhkan Professor Bakhrani Rauf. Prosesi untuk sang mahaguru dilaksanakan di Ballroom Teater Menara Pinisi UNM, Jalan AP Petta Rani, Rabu (10/4).
Prof Bakhrani merupakan Guru Besar Bidang Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH). Ia menjadi guru besar ke-84 di lingkup UNM. Pengukuhannya dipimpin Rektor UNM Prof Husain Syam. Bakhrani menyampaikan pidato; Jamban Zaman Now, Beberapa Prespektif Model.
Acara ini dihadiri ratusan dosen, pegawai, civitas akademika, dan undangan lainnya. Tak ketinggalan keluarga Prof Bakhrani, komunitas keluarga besar Rumah Adat Sao Mario, Keluarga Sulapa Eppa.
Ada pula guru Bakhrani yang kini menjabat sebagai kepala Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM). Guru-guru tersebut mengajar di Sekolah Dasar hingga sekolah menengah yang pernah ditempati Bakhrani menimba ilmu. Yakni SD Negeri 49 Paria Batu-batu, SMP Negeri 1127 Batu-batu, dan SMA Negeri 200 Watansoppeng.
Rektor UNM Prof Husain mengapresiasi pengukuhan jabatan penerimaan guru besar tetap kepada Bakhrani. Ia menyebut hal ini menjadi energi positif baru bagi UNM.
Apalagi pengukuhannya sekaligus dirangkaikan dengan pemeran karya dan rancangan Bakhrani dalam bidang PKLH. Sejumlah model jamban fiber dipamerkan. Jamban tersebut cocok digunakan bagi masyarakat yang bermukim di wilayah. Termasuk yang berada di sekitar danau dan masyarakat terapung dalam wilayah Sulsel.
Husain Syam yakin, pengukuhan guru besar tersebut berkontribusi membawa UNM menjadi kampus yang lebih baik. Ia menilai pidato pengukuhan yang disampaikan Bakhrani sangat berkualitas. Karena kontekstual dan sesuai dengan tantangan zaman, yakni menghadapi tantangan lingkungan hidup.
Ditegaskan Husain Syam, Bakhrani telah memberikan banyak contoh dalam kosistensinya menekuni bidang ilmu yang digeluti selama ini. Bukan hanya sekadar dedikasi, melainkan turut memberi kontribusi pada penyelamatan lingkungan.
“Ini menjadi semangat baru karena penambahan guru besar. Apalagi Prof Bakhrani sangat pantas dan sangat kompeten, menghasilkan penelitian yang berkualitas, menghasilan rancangan model jamban bagi masyarakat dan tentu berkontribusi bagi lingkungan hidup, dan memudahkan masyarakat,” katanya.
Mantan Dekan Teknik UNM ini tak lupa berpesan, agar seluruh civitas akademika UNM terus meningkatkan kualitas akademik, serta melakukan inovasi di era distuptif ini.
Prof Bakhrani yang baru saja dikukuhkan, mengakui bidang ilmu Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup menjadi fokusnya. Ia bahkan telah melakoni penelitian terkait Jamban sejak tahun 2000. Penelitian terkait jamban keluarga tersebutlah yang mengantarkannya menjadi guru besar.
“Saya pernah meneliti terkait perilaku masyarakat saat melakukan buang hajat di sejumlah wilayah di Sulsel. Untuk itulah saya merancang dan mencipatkan model jamban keluarga yang aman bagi keluarga. Ini menjadi bagian dari pengabdian saya kepada masyarakat dan mengantarkan saya menjadi guru besar,” tandas Bakhrani.
Tak berhenti sampai di situ. Dalam waktu dekat, Prof Bahkrani akan merancang jamban mobile yang dilengkapi dengan aplikasi. (nug/rus/b)
