Site icon Berita Kota Makassar

Tetap Semangat Meski Diejek Keluarganya

YUNANDAR datang ke Makassar sejak lima tahun lalu. Sebagai penjual pakan ternak, dirinya berangkat ke Makassar dengan tujuan mencari penghidupan yang lebih baik.

Laporan: NUGROHO

Anak tiga anak ini telah memiliki banyak pengalaman selama berjualan di Makassar. Bahkan, dirinya mengaku tempat dagangannya pernah digusur oleh pemerintah.
Waktu itu ia berjualan aneka cemilan di pinggir jalan Dg Tata. Padahal ia telah mengontrak tempat jualan tersebut sebelumnya. Namun karena alasan tertentu, tempatnya harus dibongkar.
Hinaan untuk dirinya juga kerap terjadi. Berjualan dipinggir jalan membuat dirinya seakan dianggap remeh oleh orang-orang terdekat. Namun karena ia yakin apa yang dilakukannya bukanlah suatu hal yang merugikan, Shul tetap lanjut dan hingga saat ini.
“Saya sering dihina dulu sama orang, katanya apa beng saya bikin ini jualan di jalanan. Tapi mereka ndak tahu kalau ternyata pendapatanku bisa na hidupi ja. Makanya, jangan pernah lihat orang dari luarnya saja,” ucapnya.
Pendapatannya pun begitu berlipat saat ia mulai menjual apang bugis panas. Dalam sehari, Rp3 juta rupiah bahkan ia bisa dapatkan. Karyawannya juga sudah ada tujuh orang.
“Daya tariknya apang ini karena dia panas, tradisi orang Makassar itu katanya kalau malam jumat harus makan apang, jadi ini juga kayaknya yang bikin laku. Kan selain orang-orang yang beli, banyak juga yang pesan untuk pengajian, syukuran,” tambahnya.
Berbeda dengan tempatnya di Jalan Syech Yusuf, cabangnya di Jalan Alauddin dikatakannya lebih banyak yang beli. Tempatnya yang berada tepat di pinggir jalan, membuat beberapa orang dari daerah membeli apang buatannya.
“Kalau yang disini, orang-orang disini ji yang beli. Kalau yang di Alauddin, biasa orang dari luar Makassar. Mungkin karena tempatnya orang lewat di sana toh,” kata Shul.
Shul pun memiliki harapan, kedepannya, dirinya ingin membuat usahanya lebih besar lagi. Ia ingin memiliki tempat yang lebih luas dengan penjualan lebih besar.
“Selanjutnya saya juga mau supaya bisa lebih besar lagi. Saya rencana, selain apang bugis, mau juga buat jalangkote panas. Semoga bisa tambah-tambah penghasilan,” tutupnya.
Inovasi penyajian apang yang dihidangkan semasih panas merupakan salah satu hal yang menarik masyarakat untuk membelinya. Apang Bugis panas memang menyajikan rasa yang lebih nikmat jika dibanding apang biasa.
Shul menambahkan, dirinya menjual Apang Bugis panas ini awalnya memang karena melihat fenomena lakunya penjualan apang beberapa waktu terakhir. Tepat empat bulan lalu, ia membuka dagangan apang bugis panasnya yang sebelumnya ia menjual gorengan.
“Saya jual gorengan awalnya dulu, akhirnya saya lihat Apang Bugis ini banyak yang cari, akhirnya usaha apang panas ini saya kelola sampai sekarang. Dan Alhamdulillah bagus, bahkan penjualannya lebih banyak dibanding semua gorengan,” jelas Shul.
Selain penyajiannya yang dalam kondisi panas, apang bugis ditempat Shul juga memiliki ciri khas sendiri. Bukannya menggunakan mixer dalam mengaduk adonannya, namun Shul menggunakan bor yang disambungkan dengan adukan mixer. Hal ini supaya adukannya kuat dan hasilnya lebih empuk.
“Kalau ditanya apa yang khas dari apang kita, yaitu dari mesin aduk adonannya. Kalau biasanya pakai mixer, kita pakai bor. Supaya semakin mengembang dan lebih empuk,” kata pria berusia 43 tahun ini.(B)

Exit mobile version