Site icon Berita Kota Makassar

Porkot Siapkan Hadiah Rp2 Miliar

MAKASSAR, BKM — Penyerahan piala bergilir wali kota Makassar dari Kecamatan Rappocini sebagai juara bertahan kepada panitia, menandai dimulainya Pekan Olahraga Kota (Porkot) Makassar VII.
Pembukaannya berlangsung di Lapangan Karebosi, Senin sore (22/4).
Sebanyak 1.596 atlet, 268 pelatih, serta 252 oficial dari 15 kecamatan ambil bagian dalam upacara yang dipimpin Wali Kota Mohammad Ramdhan Pomanto. Dimulai dengan masuknya defile kontingen Kecamatan Tamalate dalam area upacara. Diikuti defile kecamatan lainnya di belakangnya. Masing-masing mengenakan kostum masing-masing.
Di depan para peserta, wali kota yang akrab disapa Danny ini menyebut, pagelaran Porkot merupakan bagian dari tingkatan prestasi atlet Kota Makassar. Menurutnya, yang terpenting pada olahraga adalah penyelenggaraan event seperti saat ini. Sebab tanpa event ini, atlet kurang memiliki kekuatan sportivitas.
“Di pembinaan olahraga itu yang paling penting adalah event kejuaraan. Karena kalau tanpa kejuaraan, mereka tidak akan semangat untuk berlatih,” kata Danny.
Ia juga berharap, ke depannya olahraga di Makassar semakin baik pelaksanaannya. Sementara kepada para atlet, bisa menjadi bibit prestasi Makassar di masa yang akan datang.
“Ini sangat penting, karena tidak menutup kemungkinan dari event ini lahir bibit atlet yang nantinya bisa mewakili kota Makassar pada Pekan Olah Daerah (Porda). Makanya, kita menarik seluruh cabang olahraga dipertandingkan,” jelas Danny.
Sebelumnya, Ketua KONI Makassar Agar Jaya menuturkan, untuk pagelaran Porkot kali ini disiapkan anggaran dengan total Rp5 miliar. Untuk hadiah sebesar Rp2 miliar.
Adapun hadiah bagi atlit tunggal untuk peraih medali emas sebesar Rp3 juta, medali perak Rp2,5 juta, medali perunggu Rp2 juta. Sementara atlet beregu, setiap peraih medali emas Rp2,5 juta, perak Rp2 juta, dan perunggu Rp1,5 juta.
Agar Jaya menegaskan, atlet yang pernah mengikuti Porda di Kabupaten Pinrang beberapa waktu lalu, tak diperbolehkan lagi mengikuti Porkot.
“Tidak kalah pentingnya perlu kita cermati adalah jangan sampai ada atlet ikut di Porda ikut juga di Porkot,” ujarnya. (nug/rus/b)

Exit mobile version