Site icon Berita Kota Makassar

NA: Harusnya Pamit, Bukan Melantik

MAKASSAR, BKM — Sebanyak 35 pejabat struktural lingkup Pemerintah Kota Makassar dilantik dan diambil sumpahnya, Selasa (23/4). Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto memimpin langsung prosesi yang dilaksanakan di lapangan upacara halaman balai kota.
Pejabat yang dilantik itu terdiri dari 14 pejabat eselon II, dan 21 pejabat eselon III. Termasuk wakil direktur perusda.
Pada jajaran eselon II, dilantik para kepala dinas dan badan hasil lelang jabatan. Sementara di posisi eselon III, mereka yang dilantik adalah sekretaris dinas, sekretaris badan, serta satu camat.
Wali kota yang akrab disapa Danny itu mengatakan, pelantikan ini merupakan lokomotif. Artinya, masih akan ada lagi pelantikan setelah yang kemarin.
Sebanyak 35 pejabat yang dilatik kemarin tentu menyisakan jabatan kosong. Beberapa jabatan kosong inilah yang direncanakan oleh Danny akan diisi secepatnya sebelum dirinya selesai menjabat.
“Ini adalah awal dari lokomotif pelantikan. Hari ini ada 35 orang. Berarti ada 35 kursi di belakangnya juga kosong. Ini segera harus diisi. Saya kira sebelum saya selesai, selesai ini barang,” katanya.
Pelantikan ini, ditegaskan Danny, memang harus segera dilakukannya. Dirinya beralasan, supaya birokrasi bisa lebih berjalan dengan baik secepatnya.
Danny tak mau menunggu ada penjabat wali jota baru pelantikan dilaksanakan. Baginya, hal itu akan berdampak kurang baik bagi pemerintahan.
“Ini semua baagian dari proses. Kalau ada penjabat baru pelantikan, butuh waktu setahun untuk mengerti ini barang. Jadi terkatung-katung orang bekerja. Biarkan penjabat nanti langsung bekerja dengan cepat. Kita tidak boleh biarkan kasihan penjabat mengurusi pekerjaan yang tidak tersisa,” jelasnya.

Dikritisi NA

Namun, apapun alasan Danny, kebijakannya melantik puluhan pejabat menjelang akhir masa jabatannya dikritisi oleh Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah. Ia meminta Danny untuk menyerahkan proses pengisian jabatan tersebut ke penjabat wali kota yang akan menggantikannya kelak. Sebaliknya, Nurdin menyarankan Danny untuk lebih banyak bersilaturahmi ke masyarakat.
“Kalau saya bersabar. Harusnya perbanyak silaturahmi ke masyarakat untuk pamit. Bukan melantik,” kata Nurdin usai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulselbar di Hotel The Rinra, Selasa (23/4).
Terkait pejabat yang telah dilantik Danny, Nurdin akan meminta penjabat wali kota Makassar nantinya untuk melakukan evaluasi kembali. “Ada jaminan tidak? Kalau penjabat wali kota melakukan evaluasi dan kinerjanya tidak bagus, bagaimana?” cetusnya.
Meski begitu, mantan bupati Bantaeng dua periode ini ini menyebutkan bahwa pejabat yang dilantik oleh Danny merupakan hasil seleksi terbuka yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Soal rencana pelantikan selanjutnya, NA mengakui belum menerima laporan.
“Itu kayaknya sudah lama SK-nya. Cuma baru dilantik. Tidak tahu saya. Itu urusan dia (soal rencana pelantikan selanjutnya),” ucap Nurdin.

Sah-sah Saja

Di pihak lain, pelantikan pejabat eselon II dan III yang dilakukan Danny mendapat apresiasi dari anggota DPRD Makassar. Anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan Irwan Djafar mengatakan, pelantikan yang dilakukan ini tentunya sudah melalui rencana yang matang.
Selain itu, dimaksudkan pula untuk mengisi posisi lowong dengan menempatkan pejabat bersyarat dan dipercaya.Oleh karena itu, pejabat yang baru saja dilantik diharap dapat segera memperlihatkan kerja maksimal, sesuai visi misi serta program yang ada. Tidak cepat berpuas diri.
“Pelantikan dan mutasi pejabat yang dilakukan wali kota sah-sah saja, sepanjang mendapat izin dan tidak melanggar. Saya dukung sepenuhnya. Apalagi kan saya percaya pejabat yang dilantik ini memiliki kredibilitas baik, dan mampu memimpin OPD,” kata Irwan Djafar, Selasa (23/4).
Irwan berharap, pejabat yang dilantik dapat bersinergi dengan DPRD Kota Makassar dan menunjukkan kinerja baik penuh prestasi. Program kerja yang telah berjalan harus bisa diselesaikan.
“Kita harapkan pejabat yang baru dilantik bisa segera membangun sinergitas, khususnya dengan DPRD Kota Makassar. Harus bisa menunjukkan prestasi dan kerja baiknya. Semua program yang bisa dilaksanakan dengan maksimal,” tambahnya.

Siap Bekerja

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar yang baru, Hamka mengatakan jika dirinya siap bekerja untuk OPD yang dipimpinnya saat ini. Dirinya siap untuk melakukan yang terbaik demi Makassar yang lebih maju.
“Saya kira banyak program di PU yang perlu dilanjutkan. Kami berusaha semaksimal mungkin melakukan yang terbaik,” ujarnya yang ditemui usai pelantikan, kemarin.
Walau pernah menangani PU, namun Hamka tetap akan melihat terlebih dahulu program-program apa yang potensial untuk ia lanjutkan. Keunggulannya, dirinya tak perlu beradaptasi lagi.
“Saya lihat dulu programnya. Secepatnya. Saya pikir tidak perlu adaptasi karena saya mantan orang PU. Kalau program saya harus lihat kembali, karena sudah lama saya tinggalkan. Kalau adaptasi saya kira tidak,” ucapnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar yang baru dilantik Akhmad Namsum, berjanji dirinya akan memberikan pengabdian yang terbaik. Hanya saja, ia mesti berdaptasi terlebih dahulu, menyesuaikan, mengkoordinasikan dengan para staf Dinsos.
“Sekaligus melihat apa yang harus kita lanjutkan dan sempurnakan. Inti pokoknya bagaimana kegiatan sosial kemasyarakatan membuat pelayanan lebih baik dari semua kalangan,” katanya.
Dirinya akan berupaya dengan tim yang ada, untuk bersama dengan seluruh jajaran Dinsos, mencoba mengevaluasi apa-apa yang sudah dicapai. Tujuannya supaya Makassar tidak mudur pada aspek pelayanan sosial kemasyarakatan.
“Insyaallah akan ada gebrakan terbaik yang menjadi tupoksi Dinsos,” tegasnya. (rhm-nug-arf/rus)

Exit mobile version