Site icon Berita Kota Makassar

Serapan Anggaran dan Fisik masih Rendah

MAKASSAR, BKM — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel merilis penyerapan anggaran Pemprov Sulsel untuk triwulan I.
Sejauh ini, posisi keuangan masih di posisi 9,35 persen dan realisasi fisik hanya mencapai 12,97 persen dari pagu anggaran Rp9,7 triliun.
Menurut Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Pemprov Sulsel Jufri Rahman, idealnya serapan anggaran di triwulan I sudah sudah berada di posisi 25 persen.
Jufri menduga, lambannya realisasi anggaran ini dikarenakan masih banyak proses lelang tender pada sejumlah proyek masih bermasalah, akibatnya anggaran belum terserap maksimal.
“Masih rendah sekali. Kan mestinya sudah harus 25 persen tapi biasa terjadi ini. Kabupaten/kota juga seperti itu karena banyak kegiatan fisik yang masih berproses sekarang. Beberapa proyek yang dananya besar masih dalam tahap pelelangan saat ini. Mereka terlambat meminta pembentukan Pokja,” kata Jufri, Selasa (23/4).
Berdasarkan data yang dirilis Bappeda, tercatat sama sekali belum ada satu pun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mencapai target. Hanya beberapa yang mendekati, seperti Sekretariat DPRD sebanyak 24,59 persen, disusul Badan Pengelola Keuangan Darah (BPPKD) sebesar 23,17 persen dan Inspektorat Sulsel sebesar 20,32 persen. Sementara 53 Instansi lainnya masih jauh di bawah standard.
Tiga terendah lainnya yakni Dinas Kesehatan disusul oleh sejumlah UPTD seperti UPT RSK Gigi dan Mulut dan UPT Transfusi Darah. Hal yang sama pada dinas dengan pagu nggaran sangat besar, yakni Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi serta Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, rata-rata realisasi ya mencapai 5-6 persen saja.
Beberapa proyek besar yang belum tuntas dilelang yakni Rest Area, Rumah Sakit Regional serta sejumlah pengadaan barang dan jasa lainnya.
Menaggapi hal itu, Wakil Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan untuk pelaksanaan tender, pihaknya fokus pada penyelesaian proyek yang anggarannya besar dengan estimasi waktu yang sangat mepet.
“Kita butuh mempercepat area yang kritikal, yakni area yang memakan waktu potensi yang sudah mepet, bisa sampai bulan 12 tanggal 15 selesai. Maka ini yang dipercepat selesai tayangnya. Terutama anggaran DAK, yang dananya besar, seperti rumah sakit dan rest area,” paparnya. (rhm)

Exit mobile version