MAKASSAR, BKM — Rumah Sakit Regional (RSR) di Kabupaten Bone dan Kota Palopo rencananya akan dibangun tahun ini. Sempat terkendala pembebasan lahan, kini Pemprov Sulsel mulai melakukan lelang manajemen kontruksi (MK) dan lelang perencanaan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel mengklaim jika persoalan lahan telah tuntas. Untuk rumah sakit regional di Kabupaten Bone, Pemprov Sulsel melalui Dinas Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKPP) Sulsel harus menganggarkan Rp2 miliar lebih. Lokasi tanah warga yang hendak dibeli seluas 4,7 hektare.
Kepala Dinas PKPP Sulsel Andi Bakti Haruni menerangkan, pembebasan lahan itu berjalan lancar. Sebanyak 19 bidang dari 17 pemilik lahan di Desa Mappesangka, Kecamaran Ponre-ponre, telah menyepakati harga. Bahkan sudah dilakukan pembayaran paling lambat 22 April lalu.
“Sudah selesai kemarin. Lelangnnya sudah diselesaikan di Biro Pembangunan, karena kita sudah serahkan surat-suratnya juga dari target 22 April,” jelas Bakti.
Sementara untuk lokasi pembangunan RSR di Kota Palopo, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel juga telah melakukan pensertifikatan ulang untuk lahan eks kantor Bina Marga di Jalan Imam Bonjol. Sebab sertifikat sebelumnya hanya seluas 8 ribu meter persegi.
Padahal dalam feasibility study mencatat, luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan RS tipe B itu 1,5 hektare. Sehingga Dinkes Sulsel bersama Asisten III Bidang Administrasi melakukan pengukuran kembali lokasi dan mengajukan sertifikasi tanah ke BPN.
“Persoalan lahan semua sudah beres,” kata Asisten III Bidang Administrasi Tautoto Tanaranggina.
Setelah semua persoalan lahan rampung, Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Sulsel Bachtiar Baso mengaku pihaknya telah melakukan lelang MK dan perencanaan. Selanjutnya diperkirakan tiga bulan ke depan atau Juli, sudah bisa pelaksanaan kontruksi.
“Saat ini sudah kita lakukan lelang perencanaan dan manajemen konstruksi (MK). Saya kira 3 bulan setelah lelang awal ini sudah mulai konstruksi. Total pagu Rp71 miliar untuk masing-masing RS,” kata Bachtiar.
Meski pengerjaannya molor hingga saat ini, Bachtiar yakin kedua RSR itu akan rampung paling lama akhir 2020 mendatang. Sebab keduanya telah diusulkan dengan skema lelang multiyears project. Sehingga di tahun keduanya tak perlu lagi menunggu lelang baru untuk melanjutkan pembangunan.
“Setelah ini kita yakin tidak ada kendala, karena semua diatasi melalui lelang multiyears project. Sehingga dua tahun ini (2020) sudah dapat diselesaikan karena langsung tanpa lelang kembali,” katanya. (rhm/rus)
4,7 Ha Lahan Beres, RSR Bone segera Dibangun
